TNI AU kirim pilot Rafale ke Prancis untuk perdalam ilmu perang udara

59 minutes ago 1

Jakarta (ANTARA) - TNI AU mengirim penerbang pesawat Tempur Rafale ke Prancis untuk mendalami ilmu penggunaan senjata dan taktik perang udara.

"Kita mengirim beberapa orang ke Prancis untuk meng-upgrade kemampuan penggunaan senjata atau weapon course, meng-upgrade taktik pertempuran udara dan sebagainya, kita masih perlu belajar," kata Tedi saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis.

Menurut Tedi, pelatihan itu perlu dilakukan agar para penerbang tempur mampu mengoperasikan Rafale dengan maksimal, terutama saat misi pertempuran.

Namun demikian, Tedi tidak merinci lebih detail terkait pelatihan taktik tempur yang dimaksud dan berapa jumlah pilot yang dikirim ke Prancis.

Tedi mengatakan pelatihan dasar menerbangkan Rafale sudah bisa dilakukan di Indonesia, tepatnya di Lanud Roesmin Nurjadin, Riau.

Baca juga: Militer Prancis puji kualitas dan kesiapan taktis pilot Rafale TNI AU

Di sana, para penerbang baru menjalani latihan menggunakan flight simulator pesawat tempur Rafale serta dibimbing pelatih khusus.

Dengan adanya fasilitas latihan mandiri di Lanud Roesmin Nurjadin, Tedi berharap TNI AU dapat lebih mandiri dalam mendidik dan melahirkan penerbang baru pesawat tempur Rafale.

Sebelumnya, TNI AU memastikan hingga saat ini proses pelatihan untuk calon penerbang pesawat tempur Rafale masih berlangsung.

"Pelatihan penyiapan sumber daya manusia sedang berjalan dan terus berjalan hingga seluruh pesawat datang," kata Komandan Skadron 12 Letkol Pnb Binggi "Rayden" Nobel saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (5/18).

Menurut Binggi, pihaknya telah memiliki delapan pilot pesawat tempur Rafale tahun ini.

Ke-8 pilot itu dipilih setelah sebelumnya menjalankan pelatihan dan seleksi yang ketat oleh pihak TNI AU.

Sebelum menjalani latihan, TNI memilih para calon penerbang Rafale berdasarkan pengalaman dan jam terbang tinggi sebagai penerbang tempur.

Setelah seluruh syarat telah terpenuhi, barulah para penerbang yang telah terpilih diizinkan untuk menjalani latihan sebagai calon pilot Rafale.

Dia melanjutkan, selama pelatihan, para calon pilot Rafale mempelajari ragam materi dari mulai teknis hingga praktik.

Baca juga: TNI AU pastikan pelatihan untuk calon pilot Rafale terus berlangsung

Bahkan, para calon pilot itu sempat menjalani pelatihan di Prancis, negara tempat Rafale dibuat.

Dia mengatakan saat ini Skadron 12 TNI AU direncanakan akan kedatangan empat pilot Rafale.

"Saat ini kita sudah ada memiliki delapan penerbang, yang di mana delapan ini, empat di antaranya sedang melaksanakan program konversi (latihan)," jelas Binggi.

Binggi berharap seluruh personel, alutsista dan infrastruktur pesawat Rafale dapat mendukung operasional TNI AU dengan maksimal.

"Kesiapan pilot, teknisi dan dan elemen pendukung lainnya sangat krusial dalam pengawakan dan pengoperasionalan Skadron Pesawat MRCA Rafale," tutur dia.

Baca juga: TNI AU kedatangan pesawat tempur Rafale baru tahun depan

Baca juga: TNI AU pastikan fasilitas pendukung Rafale terus dibangun

Baca juga: Analis: Kehadiran Rafale bukti hubungan Indonesia dan Prancis harmonis

Pewarta: Walda Marison
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |