Gubernur BI: Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik dan perlu terus didorong dengan mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi,” katanya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, dia menyampaikan perkembangan terkini menunjukkan konsumsi rumah tangga tetap terjaga ditopang besarnya berbagai stimulus fiskal pemerintah, serta mulai menguatnya keyakinan dan ekspektasi penghasilan konsumen.

Investasi juga disebut tetap tumbuh baik, terutama ditopang oleh investasi pemerintah di tengah peran investasi swasta yang perlu terus ditingkatkan.

Melihat dari segi eksternal, lanjut Destry, kinerja ekspor non migas meningkat sejalan dengan peningkatan permintaan beberapa negara, kendati berbagai upaya perlu terus diperkuat guna mengoptimalkan dampak kenaikan harga komoditas ekspor.

“Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap baik, didukung implementasi berbagai program stimulus pemerintah, keyakinan pelaku ekonomi yang membaik, serta optimalisasi berbagai sumber pertumbuhan ekonomi,” ungkap Gubernur BI.

Pihaknya terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya tahan.

Baca juga: Pemerintah siapkan 6 sektor prioritas untuk pacu ekonomi

“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen,” ucap dia.

Sebagai informasi, BI melalui RDG Bulanan periode September 2026 yang berlangsung pada Selasa (22/9) dan Rabu ini, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) pada level 5,75 persen.

Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 4,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap pada level 6,5 persen.

Keputusan ini dinyatakan tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar di tengah tekanan eksternal yang masih kuat guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga: BI-Rate kembali bertahan di level 5,75 persen pada RDG September

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |