Jakarta (ANTARA) - Tim air pistol 10 meter putri Indonesia menempati peringkat kesembilan nomor beregu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Aichi Prefectural General Shooting Gallery, Jepang, Rabu.
Indonesia yang diperkuat Derli Amalia Putri, Arista Perdana Putri Darmoyo, dan Rihadatul Asyifa membukukan total 1698—35x dari akumulasi hasil ketiganya pada babak kualifikasi perseorangan.
Pada nomor perseorangan, Arista menjadi petembak Indonesia dengan hasil terbaik setelah menempati peringkat ke-14 dengan skor 572-14x.
Sementara Asyifa berada di urutan ke-29 dengan 567-14x, sedangkan Derli Amalia menempati posisi ke-40 dengan 559-7x.
Hasil tersebut membuat Indonesia tidak memiliki wakil pada final perseorangan karena hanya delapan petembak terbaik dari babak kualifikasi yang melaju ke babak perebutan medali.
Baca juga: Trio air pistol putri buka peluang medali menembak Indonesia
Pada persaingan beregu, China meraih medali emas setelah mencatat total 1.735-56x. Korea Selatan berada di posisi kedua dengan 1.730-55x, sedangkan Vietnam memperoleh perunggu dengan 1.719-46x.
Vietnam harus bersaing ketat dengan India yang sama-sama mengumpulkan 1.719 poin. Vietnam berhak atas perunggu karena mencatat 46 inner-10, dua lebih banyak dibanding India yang membukukan 44 inner-10.
Sementara pada final perseorangan, petembak Korea Selatan Choo Gaeun tampil sebagai juara dengan membukukan 246,3 poin sekaligus mencatat rekor Asia.
Medali perak menjadi milik petembak China Shen Yiyao dengan 241,3 poin, sedangkan kompatriotnya Jiang Ranxin meraih perunggu setelah mengumpulkan 221,6 poin.
Cheng Yen-Ching asal Taiwan menempati peringkat keempat dengan 200,7 poin, disusul Manu Bhaker dari India pada posisi kelima dengan 181,1 poin. Nguyen Thuy Trang asal Vietnam berada di urutan keenam dengan 159,7 poin, Valeriya Popelova dari Kazakhstan ketujuh dengan 139,8 poin, dan Samieh Yasi asal Iran kedelapan dengan 95,2 poin.
Baca juga: Indonesia nyaris dapat medali dari 10m air rifle beregu putra
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































