Jakarta (ANTARA) - Jajaran TNI AD memastikan pengerjaan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang melintasi Sungai Tamiang dan menghubungkan Desa Sekerak Kiri dengan Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang sudah mencapai 79,90 persen.
Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, dijelaskan bahwa jembatan tersebut dibangun untuk memulihkan akses darat antar ke dua wilayah yang sebelumnya terputus akibat bencana alam.
"Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memulihkan konektivitas serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi di Jakarta.
Donny menjelaskan, jembatan tersebut memiliki panjang 240 meter dengan lebar 120 sentimeter. Dia melanjutkan, sejauh ini, pihaknya telah menyelesaikan beberapa pembangunan dasar jembatan.
Beberapa pengerjaan yang sudah diselesaikan yakni pembersihan lokasi, pemasangan tali poros jembatan, penggalian, pengecoran, pemasangan sling utama, hingga pembangunan struktur gapura beserta elemen pengamannya.
Beberapa pengerjaan yang masih berlangsung yakni pemasangan gelagar memanjang yang mencapai 50 persen,.pemasangan seling rawaian mencapai 80 persen, serta pembangunan papan pijakan 30 persen.
Adapun pemasangan ram kawat masih dalam tahap awal, sedangkan pemasangan plang dan pengecatan pondasi telah mencapai 40 persen.
"Kami memastikan Seluruh material pembangunan telah tersedia 100 persen di lokasi, sehingga mendukung kelancaran pengerjaan tanpa kendala berarti," jelas Donny.
Donny memastikan jembatan itu akan diselesaikan secepat mungkin agar bisa langsung digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Baca juga: Prajurit terlibat tindak pidana, Kodam Udayana batalkan keanggotaan
Baca juga: TNI AD saat ini terapkan pengamanan siaga tiga
Baca juga: TNI rotasi pejabat TNI AD dari mulai Pangdam hingga Pangkogabwilhan
Pewarta: Walda Marison
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026


















































