Jakarta (ANTARA) - TNI Angkatan Darat mengerahkan 209 personel dari Kodam XII/Tanjungpura untuk menjalankan operasi evakuasi helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4).
Dalam siaran pers resmi TNI AD yang diterima di Jakarta, Jumat, dijelaskan bahwa pengerahan personel TNI AD dilakukan untuk membantu tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) mempercepat penemuan lokasi jatuhnya helikopter dan evakuasi korban.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat, mengatakan operasi di lapangan dipimpin Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai Brigadir Jenderal TNI Purnomosidi.
Setelah proses pencarian di medan yang cukup terjal, personel TNI AD dan tim SAR akhirnya menemukan lokasi titik jatuhnya helikopter.
Akan tetapi, proses pencarian harus dihentikan pada Kamis (16/4) malam karena cuaca yang tidak mendukung dan medan yang cukup terjal. Personel TNI AD dan tim gabungan menunda proses evakuasi dan direncanakan akan dilanjutkan pada Jumat ini.
"Yang telah dilakukan personel sejauh ini, yakni mengamankan lokasi guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar," kata Donny.
Ia berharap proses evakuasi yang dilakukan personel TNI AD dan seluruh personel gabungan yang tergabung dalam tim SAR berjalan dengan lancar dan kondusif.
Baca juga: Basarnas: Helikopter yang jatuh ditemukan di hutan Sekadau Kalbar
Baca juga: Tim Gabungan evakuasi korban helikopter di Sekadau
Baca juga: Evakuasi korban helikopter PK-CFX dilanjutkan esok hari
Pewarta: Walda Marison
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































