Tips menjaga kulit kepala tetap sehat selama memakai penutup kepala 

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Mengenakan penutup kepala baik itu topi, helm maupun hijab selama berjam-jam bisa memerangkap panas dan mengurangi aliran udara, serta menyebabkan gesekan yang berpotensi menyebabkan kerontokan.

Ditulis laman Channel News Asia, Jumat (6/3) waktu setempat, pakar trikologi Leonica Kei dari Leonica K Trichology mengatakan mengenakan topi (atau penutup kepala) dalam waktu lama tidak secara otomatis menyebabkan kerontokan rambut, namun cara memakainya, dapat membuat perbedaan nyata bagi kesehatan kulit kepala.

“Topi dan penutup kepala tidak menyebabkan kerontokan rambut kecuali jika terlalu ketat atau menimbulkan gesekan di area yang berulang kali bersentuhan dengan kepala Anda,” jelas Kei.

Sekalipun tidak menyebabkan rambut rontok secara langsung, mengenakan penutup kepala dalam waktu lama dapat menciptakan lingkungan yang tidak disukai kulit kepala terutama dalam cuaca panas dan lembap.

Kei mengatakan perasaan "pengap" itu bukan berasal dari kepala, melainkan panas, keringat, dan penumpukan minyak yang menempel di kulit kepala dengan ventilasi yang terbatas.

Penggunaan penutup kepala yang berkepanjangan dapat mendorong penumpukan keringat dan minyak yang menyebabkan gatal, pertumbuhan jamur yang berlebihan yang dapat memperburuk ketombe, peradangan atau memperparah kerontokan rambut, dan ketidakseimbangan mikrobioma kulit kepala.

Baca juga: Kebiasaan yang perlu diperhatikan demi kesehatan kulit dan rambut

“Kulit kepala berfungsi paling baik ketika dapat ‘bernapas’ dalam arti sehari-hari – artinya berada di lingkungan dengan aliran udara yang baik dan lebih sedikit kelembapan yang terperangkap,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan tekanan penutup kepala pada garis rambut, pelipis, belahan rambut, di belakang telinga, ubun-ubun yang terkena gesekan berulang menyebabkan ketegangan menumpuk. Seiring waktu, tarikan atau gesekan terus-menerus dapat melemahkan rambut dan menyebabkan alopecia traksi, di mana helai rambut patah di sepanjang titik-titik tekanan tersebut.

Jika saat melepas penutup kepala dan merasakan nyeri di kulit kepala, bagian yang rata dan terasa "sensitif," atau penipisan rambut yang tampaknya mengikuti garis tempat penutup kepala, itu adalah pertanda untuk mempertimbangkan kembali ukuran penutup kepala.

Jika topi, helm, atau penutup kepala adalah bagian dari kehidupan sehari-hari cara mengurangi gesekan, panas, dan penumpukan kotoran dengan memilih bahan dan ukuran yang tepat.

Jika di iklim lembap, bagi pemakai hijab pilihlah katun, linen, jerami, jaring, atau kain yang menyerap keringat. Hindari poliester atau satin sintetis jika mudah berkeringat karena bahan-bahan tersebut cenderung menahan panas.

Jika sering memakai topi, pastikan ukuran tepat, tidak terlalu menutup kepala.

Jika topi, helm, atau penutup kepala adalah bagian dari kehidupan sehari-hari cara mengurangi gesekan, panas, dan penumpukan kotoran dengan memilih bahan dan ukuran yang tepat.

Jika di iklim lembap, bagi pemakai hijab pilihlah katun, linen, jerami, jaring, atau kain yang menyerap keringat. Hindari poliester atau satin sintetis jika mudah berkeringat karena bahan-bahan tersebut cenderung menahan panas.

Baca juga: Sejumlah manfaat jahe untuk rambut dan kulit kepala

Jika sering memakai topi, pastikan ukuran tepat, tidak terlalu ketat hingga meninggalkan bekas ‘mencengkram’. Usahakan agar terasa nyaman saat dipakai.

Selain itu penutup kepala harus dibersihkan secara berkala. Memakainya kembali tanpa dicuci dapat membuat kulit kepala terperangkap jamur.

Kei mengatakan untuk memberi kulit kepala istirahat sejenak jika sudah merasakan panas, gatal atau berminyak. Lakukan di tempat pribadi jika perlu selama beberapa menit.

Utamakan juga perawatan kulit kepala rutin dengan keramas setidaknya sekali sehari, atau sesering yang diperlukan untuk menghilangkan keringat dan minyak. Pastikan kulit kepada kering sebelum mengenakan penutup kepala untuk menghindari masalah jamur.

Tambahkan produk perawatan kulit kepala dengan tonik, serum atau masker kulit kepala untuk mendukung sirkulasi. Kurangi penggunaan wax, gel, dan hairspray yang dapat menambah penumpukan kotoran.

Sampo kering juga bagus untuk mengatasi masalah akar rambut berminyak setelah berjam-jam memakai penutup kepala.

“Ingatlah bahwa ini hanya solusi sementara, bukan pembersihan total. Selalu keramas dengan benar di akhir hari untuk menghindari residu dan penyumbatan folikel rambut,” katanya.

Baca juga: Rambut jalankan fungsi sebagai pelindung, antena, hingga arsip tubuh

Baca juga: Kurang asupan cairan bisa berdampak pada kesehatan rambut

Baca juga: Konsumsi minuman manis dan alkohol pengaruhi kesehatan rambut

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |