Tionghoa Belitung yakin tahun Ular Kayu bawa keberuntungan 

1 month ago 13
tahun Ular Kayu ini sangat bagus untuk memulai atau membuka bisnis

Tanjung Pandan (ANTARA) - Tokoh masyarakat Tionghoa Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ayie Gardiansyah berkeyakinan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili atau Tahun Ular Kayu akan membawa keberuntungan bagi bangsa Indonesia.

"Tahun Imlek 2576 Kongzili bertepatan dengan Shio Ular Kayu jadi kita tetap yakin akan membawa keberuntungan bagi bangsa Indonesia," katanya di Tanjungpandan, Senin.

Menurut dia, dalam astrologi Tiongkok, kombinasi elemen kayu dengan karakteristik ular menciptakan perpaduan energi yang kompleks dan unik.

Ia mengatakan, ular juga merupakan simbol kecerdikan, kebijaksanaan, kemampuan beradaptasi, lincah, dan berorientasi maju ke depan atau visioner.

Sedangkan unsur kayu, lanjut Ayie, melambangkan pertumbuhan, pembaruan, dan kreativitas.

"Jadi optimis sekali tahun Ular Kayu ini akan membawa kebaikan dan keberuntungan untuk kita semua," ujarnya.

Baca juga: Bolehkah umat Muslim Tionghoa merayakan Imlek?

Baca juga: Album Asia: Tari Barongsai di atas es meriahkan Imlek di Tangsel

Menurut dia, bagi warga keturunan Tionghoa yang ingin memulai atau membuka bisnis dan usaha di tahun Ular Kayu ini maka sangat cocok dan bagus sekali.

"Apabila rencana untuk membuka bisnis pada tahun lalu sempat ditunda maka untuk tahun Ular Kayu ini sangat bagus untuk memulai atau membuka bisnis tersebut," katanya.

Disampaikan, Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili akan jatuh pada, Rabu (29/1) mendatang.

Biasanya, lanjut dia, warga keturunan Tionghoa setempat akan mengisi malam perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili dengan kegiatan persembahyangan.

Selain itu, warga Tionghoa di daerah itu juga akan saling berkunjung ke rumah kerabat atau bersilahturahmi tidak hanya dari kalangan etnis Tionghoa saja namun etnis-etnis lainnya berbaur menjadi satu dalam kebersamaan dan kerukunan.

"Kalau di Belitung itu semua unsur masyarakat saling bersilaturahmi dan berkunjung tapi kalau di daerah lain mungkin hanya untuk unsur masyarakat Tionghoa saja," ujarnya.

Baca juga: 5 klenteng terbesar dan paling ikonik di Indonesia

Baca juga: Old Shanghai siapkan sarana ibadah hingga atraksi barongsai saat Imlek

Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |