Jakarta (ANTARA) - Tim Natal Nasional mendistribusikan bantuan ke pos pengungsian Masjid Mustaqim, Kota Medan, Sumatera Utara, untuk para pengungsi banjir sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Masjid tersebut menjadi salah satu tempat penampungan pengungsi korban bencana banjir tak hanya untuk kalangan Muslim, tetapi juga semua pengungsi dari berbagai latar belakang agama.
"Tidak hanya yang beragama Islam, ada juga masyarakat yang bukan beragama Islam ikut mengungsi di pengungsian Masjid Mustaqim,” kata Tim Panitia Natal Nasional Meilina Siregar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Selain di Masjid Mustaqim, bantuan sembako juga didistribusikan di beberapa titik pada Jumat (28/11). Total terdapat 100 paket sembako yang disalurkan di Masjid Mustaqim.
Baca juga: Pusdalops catat 1.839 orang mengungsi akibat banjir di Kota Medan
"Paket sembako yang disalurkan berupa beras lima kilogram, minyak satu liter, gula satu kilogram, ikan kemasan satu kaleng, susu satu kaleng, teh satu kotak, kopi satu bungkus, dan mi instan lima bungkus," ujar Meilina.
Total sebanyak 1.100 paket dan bantuan dapur umum disalurkan Tim Natal Nasional. Selain ke Masjid Mustaqim, bantuan paket sembako ini juga disalurkan ke titik-titik pos pengungsian lain, di antaranya Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) PMKRI di Jalan Amal, Pusat Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PKM GMKI) cabang Medan, Panti Asuhan Universal, BPBD Sumatera Utara, dan Pondok Pesantren Hidayatullah.
Baca juga: Pemkot Medan tetapkan tanggap darurat bencana sampai 11 Desember
Banjir melanda Kota Medan sejak Rabu (26/11). BPBD Medan mencatat sebanyak 7.402 rumah di 19 kecamatan terdampak banjir. Hingga Kamis (27/11), tercatat sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang melanda 13 daerah tingkat kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































