Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon, Wapres ucapkan duka cita mendalam

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengucapkan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), yang diduga akibat serangan dari militer zionis Israel.

"Saya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon," kata Wapres Gibran di Jakarta, Rabu.

Gibran melanjutkan penghormatan setinggi-tingginya ditujukan kepada tiga prajurit tersebut yang gugur saat mengabdikan diri untuk menjalankan tugas menjaga perdamaian dunia.

"Saya mendukung penuh dilakukannya investigasi menyeluruh oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) serta penanganan yang cermat sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, termasuk upaya maksimal terkait proses pemulangan jenazah," sambung Gibran.

Praka Farizal Rhomadhon gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan, dan saat ini jenazahnya dalam proses pemulangan menuju Indonesia. Praka Farizal tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL.

Almarhum Praka Farizal gugur akibat serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan, Minggu (29/3).

Sementara itu, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat menjalani misi pengawalan kendaraan di Lebanon Selatan. Keduanya merupakan anggota Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam bagian dari East Mobile Reserve (SEMR), bertugas mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan, Senin (30/3).

Dua prajurit TNI tersebut mengawal kendaraan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia dan TNI masih menunggu hasil penyelidikan resmi yang dilakukan oleh UNIFIL dan PBB.

Terlepas dari itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyatakan TNI memberikan kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta kepada tiga prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon serta santunan untuk keluarga masing-masing prajurit.

"Ketiga prajurit yang gugur mendapatkan kenaikan Pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta, serta penghargaan Medal Dag Hammarskjold," kata Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagaimana dikutip dari siaran resmi TNI di Jakarta, Rabu.

Tidak hanya dari negara, Agus melanjutkan tiga prajurit itu juga mendapatkan santunan dari PBB untuk keluarga masing-masing prajurit.

Jumlah santunan tersebut sudah termasuk beasiswa pendidikan untuk anak-anak prajurit yang gugur dan ragam hak-hak prajurit lainnya, lanjutnya.

Panglima menjelaskan keluarga Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar mendapat santunan senilai Rp1.894.688.236, Sertu Muhammad Nur Ikhwan Rp1.846.309.049, dan Praka Farizal Rhomadhon Rp1.854.075.205.

"Keluarga juga menerima gaji terusan selama 12 bulan yang terdiri dari gaji pokok, ULP, dan tunjangan jabatan serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan," kata Panglima.

Agus mengutarakan harapannya agar santunan yang diberikan dapat meringankan beban perekonomian keluarga tiga prajurit tersebut.

Baca juga: TNI beri kenaikan pangkat luar biasa ke prajurit yang gugur di Lebanon

Baca juga: Menko Polkam minta PBB transparan usut kasus serangan di Lebanon

Baca juga: Uni Eropa kutuk serangan ke pasukan PBB di Lebanon

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |