Tangerang (ANTARA) - Tiga dari 12 masjid di Aceh yang rusak terdampak banjir beberapa waktu lalu telah berhasil direnovasi hasil bantuan masyarakat Kota Tangerang, Banten.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan bantuan renovasi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat Kota Tangerang terhadap saudara-saudara di Aceh yang terdampak bencana.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika masjid kembali berdiri dan kembali digunakan, maka semangat masyarakat untuk bangkit juga ikut tumbuh. Semoga bantuan ini menjadi penguat ukhuwah dan membawa manfaat bagi masyarakat Aceh,” ujar Sachrudin dalam keterangannya di Tangerang, Jumat.
Sebelumnya, pada Rabu (6/5), Tim Peduli Aceh–Sumatera dari Kota Tangerang meresmikan tiga masjid yang telah selesai direnovasi pascabencana banjir di Aceh. Tiga rumah ibadah tersebut yakni Masjid Babulfalah dan Masjid At-Taqwa di Desa Mananggini, Kabupaten Aceh Tamiang, serta Masjid Madinah Japakeh di Kabupaten Pidie Jaya.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari program renovasi 12 masjid terdampak banjir yang diwujudkan melalui kolaborasi masyarakat Kota Tangerang bersama Pemerintah Kota Tangerang, DPRD Kota Tangerang, MUI, BAZNAS, dan PPPA Daarul Qur’an serta Lintas Komunitas Kota Tangerang.
Ketua Tim Peduli Aceh - Sumatera Ika Lestari mengatakan renovasi masjid bukan hanya tentang bangunan tetapi juga menghadirkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit pascabencana.
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto menambahkan bantuan tersebut menjadi simbol cinta dan solidaritas masyarakat Kota Tangerang untuk Aceh.
“Bantuan ini mungkin belum seberapa dibanding kebutuhan masyarakat, tetapi inilah bentuk cinta dan kepedulian masyarakat Kota Tangerang untuk saudara-saudara kami di Aceh,” katanya.
Meski baru diresmikan secara langsung pada Mei 2026, renovasi ketiga masjid tersebut sejatinya telah rampung sebelum Ramadhan lalu.
Kehadiran Tim Peduli di Aceh bukan sekadar meresmikan bangunan yang kembali berdiri, tetapi juga membawa pesan kuat tentang solidaritas, kepedulian, dan semangat bangkit bersama pascabencana.
Datuk Penghulu Kampung Mananggini Moh. Jali mengaku terharu atas selesainya renovasi masjid di wilayahnya. Ia mengenang kondisi masjid usai diterjang banjir yang sangat memprihatinkan.
Menurutnya, bantuan renovasi tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk kembali beribadah dengan nyaman dan aman.
“Waktu kejadian banjir, kondisi masjid sangat parah. Untuk masuk saja rasanya berat karena kerusakan begitu besar. Lumpur menimbun masjid sampai sekitar satu meter dan kami tidak tahu harus mulai renovasi dari mana,” ungkapnya.
Baca juga: Aceh perpanjang status transisi darurat pemulihan bencana 90 hari
Baca juga: BPBD Aceh Barat sosialisasi teknis penyaluran dana rehab korban banjir
Baca juga: Mualem: Pemulihan Aceh butuh dukungan besar pemerintah pusat
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































