Ambon (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Maluku memastikan tiga Anak Buah Kapal (ABK) KM. Indo Perkasa 03 ditemukan meninggal dunia setelah kapal penangkap cumi tersebut tenggelam di sekitar Perairan Laut Aru pada Senin, (2/2).
"Tiga ABK yang belum teridentifikasi itu ditemukan saat dilakukan operasi SAR hari ketiga, dan satu jasad diantaranya telah dimakamkan oleh warga desa yang menemukannya," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Muhamad Arafah di Ambon, Kamis malam.
Menurut dia, satu jasad ABK ditemukan terperangkap dalam body kapal yang posisinya terbalik, sementara dua jasad lainnya ditemukan warga di garis pantai.
"Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap delapan orang ABK KM. Indo Perkasa 03 yang mengalami tenggelam di sekitar perairan Laut Aru serta mengakibatkan delapan orang anak buah kapal masih dinyatakan hilang," ucapnya.
Operasi pencarian mulai dilakukan sejak pukul 07.00 WIT, Tim SAR Gabungan dikerahkan menggunakan RIB USS Dobo menuju lokasi kejadian guna melaksanakan Operasi SAR.
Baca juga: Tiga nelayan Indonesia diselamatkan kapal tanker Malaysia
Di tengah pencarian korban, pada pukul 10.45 WIT, Tim SAR menerima informasi bahwa sekitar pukul 08.04 WIT terdapat penemuan satu korban yang identitasnya belum diketahui dalam kondisi meninggal dunia oleh masyarakat di Pantai Desa Jerwatu, Kabupaten Kepulauan Aru.
Tim SAR Gabungan kemudian dikerahkan menuju ke Desa Jerwatu guna memastikan korban tersebut dan sesampainya di sana, tim mendapati korban meninggal dunia tersebut telah dikebumikan oleh masyarakat setempat.
Selanjutnya pada pukul 12.25 WIT, tim kembali terima informasi dari para awak ABK melaporkan bahwa terdapat satu orang korban terperangkap di dalam kapal dengan kondisi meninggal dunia.
Setelah tiba dilokasi pada pukul 18.41 WIT, tim berhasil mengevakuasi jasad ABK tersebut yang terjebak di dalam badan kapal dalam keadaan meninggal dunia dan dievakuasi menuju Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru.
Baca juga: KKP menyelamatkan kapal nelayan nyaris tenggelam di Laut Jawa
Dalam perjalanan menuju Kota Dobo, sekitar pukul 19.00 WIT, tim kembali menerima informasi positif dari Bhabinkamtibmas Desa Jerwatu melaporkan bahwa sekitar pukul 18.55 WIT, masyarakat setempat telah menemukan satu orang korban lagi di sekitar pantai dan identitas belum diketahui dalam kondisi meninggal dunia.
Selanjutnya korban tersebut dievakuasi masyarakat ke Desa Jerwatu guna penanganan lebih lanjut.
Kapal penangkap cumi ini dilaporkan tenggelam sejak Senin, (2/2) 2026 sekitar pukul 07:00 WIT akibat dihantam gelombang tinggi, terdapat 16 orang ABK.
Delapan ABK yang dinyatakan selamat dalam musibah ini adalah Nari, Aditya Saputra, Agung Muhammad, Andriyanus, Imam, Liadi, Muhammad Panji, serta Zainudin selaku nahkoda kapal, sementara delapan lainnya yang hilang adalah Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansah, Fransiskus, Mohamad Ridwan, Mohamad Nur Isnaeni, serta Wandi Salusi.
Baca juga: Tabrakan, kapal nelayan tenggelam di Selat Sunda & satu korban hilang
Baca juga: Nelayan temukan satu lagi jenazah diduga penumpang KMP Tunu Pratama
Pewarta: Daniel Leonard
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































