Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan siap melaksanakan dengan sepenuh tenaga apapun posisi baru yang ditentukan oleh Presiden Prabowo Subianto di tengah beredarnya isu rencana pelantikan anggota Kabinet Merah Putih di Istana Negara Jakarta, Senin.
"Apapun perintah Bapak Presiden, saya rasa Bapak Presiden sudah mempertimbangkan dengan sangat baik. Tentu kami akan melaksanakan sepenuh tenaga," kata Hanif menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Terkait posisi baru yang akan dia tempati, Hanif menyampaikan masih belum tahu akan menjabat sebagai apa.
Baca juga: Reshuffle kabinet, Dudung, Jumhur, hingga Hasan Nasbi tiba di Istana
"Saya tidak tahu pindah ke mana," kata Hanif ketika ditanya terkait kabar akan menempati posisi Wakil Menteri Koordinator Pangan (Wamenko Pangan).
Namun, dia menyampaikan terdapat sejumlah isu untuk penggantinya sebagai Menteri Lingkungan Hidup termasuk target untuk mengakhiri Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) open dumping, sebuah praktik menumpuk sampah secara terbuka tanpa proses lebih lanjut, di seluruh Indonesia pada 2026.
Selain itu, terdapat pula target untuk mencapai tingkat pengelolaan sampah 63,41 persen pada tahun ini serta mencapai 100 persen pada 2029.
Tidak hanya Hanif, sejumlah tokoh juga terlihat tiba di Istana Negara menjelang acara pelantikan pada hari ini.
Para tokoh itu termasuk tokoh buruh Jumhur Hidayat, M Qodari yang saat ini menjabat Kepala Staf Kepresidenan, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, dan mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding.
Baca juga: Prabowo dikabarkan reshuffle kabinet, Bahlil: Nanti kita lihat saja
Baca juga: Kabar Prabowo reshuffle pejabat, Qodari: itu hak prerogatif Presiden
Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Fathur Rochman
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































