Distribusi Terjaga dan Kapasitas Besar, KAI Angkut 1.950 Ton Pupuk pada Triwulan I 2026

3 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Kinerja logistik berbasis rel terus menunjukkan perannya dalam menjaga distribusi komoditas strategis dengan pola operasi yang terukur. Salah satu pergerakan tersebut tercermin pada angkutan pupuk yang dilayani PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai bagian dari sistem distribusi nasional.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI melayani angkutan pupuk sebesar 1.950 ton. Pada tahun 2025, total angkutan pupuk mencapai 21.060 ton. Secara keseluruhan, total angkutan barang KAI pada Triwulan I 2026 mencapai 14.948.442 ton, menunjukkan skala distribusi yang terus bergerak.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pengangkutan pupuk menjadi gambaran bagaimana sistem logistik kereta api berjalan dalam skala besar.

“Fokus kami adalah menjaga distribusi tetap berjalan sesuai jadwal dengan kapasitas yang memadai. Pupuk menjadi salah satu contoh bagaimana kereta api mengelola pengiriman dalam jumlah besar secara teratur,” ujar Anne.

Kereta api menghadirkan keunggulan pada kapasitas angkut dan konsistensi perjalanan. Dalam satu rangkaian, kapasitas dapat mencapai hingga 4.200 ton, dengan dukungan maksimal 60 gerbong. Kapasitas per gerbong saat ini rata-rata 50 ton dan terus ditingkatkan hingga 70 ton.

Kinerja tersebut didukung oleh ketepatan waktu operasional. Pada Triwulan I 2026, ketepatan waktu keberangkatan angkutan barang tercatat 95,97% dan kedatangan 91,77%. Angka ini memberi kepastian bagi pelaku usaha dalam merencanakan distribusi.

“Kereta api menjaga ritme distribusi tetap stabil. Ketika jadwal terjaga, proses pengiriman bisa direncanakan dengan lebih pasti,” lanjut Anne.

Penguatan logistik berbasis rel juga berkontribusi pada efisiensi nasional. Saat ini, biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 15% hingga di atas 20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara standar global berada pada kisaran 7–8%.

Sekitar 60% aktivitas logistik nasional berada di Pulau Jawa dengan nilai mencapai Rp2.400–2.500 triliun per tahun. Perbaikan distribusi di kawasan ini memberi dampak luas terhadap pergerakan ekonomi.

Dalam konteks pemanfaatannya, pupuk menjadi salah satu komoditas yang memiliki dampak langsung pada sektor pertanian dan pangan. Ketika distribusi berjalan sesuai jadwal, proses tanam dapat berlangsung tepat waktu, hasil panen lebih terjaga, dan pasokan pangan di masyarakat tetap stabil.

“Distribusi yang berjalan sesuai jadwal memberi kepastian bagi banyak sektor, termasuk pertanian sebagai salah satu contohnya. Ini yang terus kami jaga melalui peningkatan kualitas operasional,” tutup Anne.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |