Thailand sambut kembalinya wisatawan China di musim liburan

13 hours ago 1

Bangkok (ANTARA) - Ketika sekelompok wisatawan China yang melakukan perjalanan dari Shanghai ke Thailand tiba di Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi pada Selasa (17/2), mereka disambut dengan cendera mata yang penuh dengan ucapan berkah Tahun Baru.

Selain itu, sebuah pertunjukan persahabatan Thailand-China dipentaskan di bandara tersebut untuk menambah warna dan suasana yang menyenangkan, mengesankan para penumpang sejak mereka menginjakkan kaki di Thailand dan menegaskan kembali komitmen negara itu untuk memberikan sambutan yang tak terlupakan selama festival penting ini.

Sejak awal tahun ini, negara di Asia Tenggara tersebut telah melakukan upaya besar untuk menyambut kembali para pengunjung dari China, yang secara tradisional merupakan salah satu sumber pasar terbesar bagi Thailand, setelah mengalami penurunan pada tahun lalu.

Kedatangan dari China menurun tahun lalu akibat berbagai faktor, termasuk masalah keamanan, yang menyebabkan keraguan di antara calon wisatawan.

Menanggapi hal ini, Otoritas Pariwisata Thailand (Tourism Authority of Thailand/TAT) meluncurkan program Amazing Thailand Chinese New Year 2026 dan promosi lainnya di bawah kampanye "Zhong Tai Yi Jia Qin -- China and Thailand Are One Family" yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, dengan tujuan untuk memperkuat posisi Thailand sebagai salah satu destinasi utama perayaan Tahun Baru Imlek.

Sebagai bagian dari upaya itu, TAT bekerja sama dengan agen perjalanan besar dan agen perjalanan daring untuk menjalankan promosi penjualan bersama dari Januari hingga Maret.

Menurut Asosiasi Agen Perjalanan Thailand (Association of Thai Travel Agents), selama Tahun Baru Imlek 2026, jumlah rata-rata wisatawan China yang datang ke Thailand melonjak menjadi hampir 30.000 per hari, dua kali lipat dari jumlah biasanya, yang dianggap sebagai tanda pemulihan yang jelas.

Statistik dari Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand menunjukkan bahwa antara 1 Januari hingga 15 Februari, Thailand telah menyambut lebih dari 5 juta pengunjung internasional, dengan China sebagai negara asal terbesar.

Natthriya Thaweevong, sekretaris tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, berbicara tentang angka terbaru itu, dan menyoroti bahwa lonjakan pariwisata selama liburan Tahun Baru Imlek 2026 telah secara signifikan berkontribusi pada masuknya pengunjung dari pasar-pasar terdekat, terutama China.

Di Bangkok, Jalan Yaowarat, dari Odeon Circle hingga Persimpangan Chaloem Buri, didekorasi dengan iluminasi meriah skala besar, dengan lima karakter Mandarin bertuliskan "Zhong Tai Yi Jia Qin" bersinar terang di pintu masuk, menciptakan suasana semarak yang merayakan kemakmuran dan persahabatan yang telah terjalin sejak lama di antara kedua negara.

Aksornsri Phanishsarn, associate professor dari Fakultas Ekonomi di Universitas Thammasat Thailand, mengatakan bahwa Thailand sangat senang dapat kembali menyambut wisatawan China dalam jumlah besar, mengingat kembalinya mereka telah menyuntikkan vitalitas baru ke dalam perekonomian Thailand.

Untuk 2026, TAT menetapkan sebuah target ambisius untuk menarik 36,7 juta pengunjung asing, kata Aksornsri, seraya menambahkan bahwa diharapkan semakin banyak wisatawan China akan mengunjungi Thailand untuk berkontribusi pada pencapaian target tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |