Ketua MPR ingatkan kasus polisi aniaya anak Tual harus jadi pelajaran

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengingatkan agar kasus anggota Brimob berinisial Bripda MS yang menganiaya anak di bawah umur hingga tewas di Tual, Maluku, harus menjadi pelajaran bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Menurut dia, hal-hal tersebut saat ini sering kali terjadi dalam beberapa penanganan hukum. Namun, dia mengaku belum mengikuti isu tersebut secara rinci.

"Itu harus menjadi pelajaran dan saya kira kami percaya bahwa aparat kepolisian dalam hal ini Mabes Polri ataupun Polda akan menangani secara profesional," kata Muzani saat diwawancarai usai menghadiri suatu kegiatan buka puasa bersama di Jakarta, Minggu.

Dia pun yakin bahwa Mabes Polri akan secara tegas melihat fakta di lapangan yang terjadi.

Selain itu, dia menilai bahwa harapan dari masyarakat terhadap Polri harus betul-betul diperhatikan dengan baik. Dia menilai pimpinan Polri pun akan mendengar dan mempelajari pandangan-pandangan terhadap Polri.

Menurut dia, keputusan yang benar dan harus dilakukan oleh Polri adalah keputusan yang baik untuk masyarakat dan penegakan hukum.

"Sabarlah sebentar karena pasti kepolisian dalam hal ini Kapolri dan jajarannya memperhatikan dengan sungguh-sungguh apa yang semua terjadi di lapangan," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan kronologi yang disampaikan kepolisian, peristiwa bermula saat patroli Brimob melaksanakan kegiatan cipta kondisi menggunakan kendaraan taktis di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (19/2/2026) dini hari.

Patroli awalnya berada di Kompleks Mangga Dua, Langgur, hingga sekitar pukul 02.00 WIT, kemudian bergeser ke Desa Fiditan, Kota Tual, setelah menerima laporan warga terkait dugaan pemukulan di sekitar area Tete Pancing.

Saat berada di lokasi, tersangka bersama sejumlah anggota turun dari kendaraan dan melakukan pengamanan. Sekitar 10 menit kemudian, dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ngadi menuju Tete Pancing. Tersangka disebut mengayunkan helm taktikal sebagai isyarat. Namun helm tersebut mengenai pelipis kanan korban AT (14) hingga korban terjatuh dari sepeda motor dalam posisi telungkup.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan medis. Namun pada pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |