Waketum PPP dapat masukan ulama Jabar utamakan musyawarah- nilai Islam

3 hours ago 3

Bandung (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP PPP Agus Suparmanto dalam Safari Ramadhan mendapatkan masukan dari pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy agar partai mengutamakan musyawarah dan nilai-nilai Islam.

Ulama yang akrab disapa Eyang Asep menyampaikan saat ini kebijakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) mulai menjauh dari prinsip musyawarah dan nilai Islam, serta ada jarak antara pengurus pusat dengan para kiai.

"Saya merasa prihatin dengan situasi PPP akhir-akhir ini. Kebijakan DPP tidak mencerminkan cara-cara yang islami, sudah melenceng dari prinsip musyawarah. Tradisi pecat memecat kader harus diakhiri," kata Asep dalam keterangan di Bandung, Minggu.

Asep mengingatkan PPP memiliki tanggung jawab besar untuk kembali ke Senayan pada Pemilu 2029 sebagai pengemban amanat ulama.

Menurut Asep, Miftahul Huda bisa menjadi potensi pengerek suara. Mengingat di Jawa Barat sendiri, kiprah alumni pesantren itu sangat signifikan dengan menyumbang 14 dari total 78 kursi DPRD milik PPP (18 persen) di provinsi tersebut.

"Wajib bagi kita untuk menjaga partai warisan ulama ini," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Waketum DPP PPP Agus Suparmanto menyatakan bahwa kunjungannya bertujuan merekatkan kembali hubungan kekeluargaan yang sempat merenggang.

Ia mengakui bahwa restu ulama adalah syarat mutlak jika partai ingin bangkit.

"PPP ini partai legendaris yang sudah berusia 53 tahun berkat perjuangan para alim ulama. Jika PPP ingin bangkit kembali, maka harus dimulai dengan doa dan restu para alim ulama," ucapnya.

Selepas dari Manonjaya, Safari Ramadhan tersebut dilanjutkan ke Pondok Pesantren Cipasung untuk menemui KH Ubaidillah Ruhiat. Dalam pertemuan tersebut, Kiai Ubaidillah mendoakan agar jajaran pengurus pusat tetap istiqomah dalam memperjuangkan aspirasi umat Islam.

Kegiatan silaturahmi ini turut didampingi oleh Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat Pepep Saeful Hidayat beserta sejumlah fungsionaris pusat. Rangkaian safari, dijadwalkan berlanjut ke sejumlah pesantren besar di Bandung, termasuk Ponpes Alfalah dan Baitul Arqom.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |