Lebak (ANTARA) - Terminal Bus Mandala Kabupaten Lebak, Banten, gencar melakukan inspeksi keselamatan (ramp check) bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang melayani arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
"Kita setiap hari melakukan pemeriksaan ramp check kendaraan guna memastikan semua bus yang mengangkut para pemudik Lebaran laik beroperasi," kata Kepala Terminal Bus Mandala Rangkasbitung Kabupaten Lebak Muksin di Lebak, Sabtu.
Terminal Bus Mandala Kabupaten Lebak mengoperasikan kendaraan bus sebanyak 61 unit armada untuk angkutan Lebaran, sehingga kondisi kendaraan harus layak jalan untuk memberikan perlindungan keselamatan jiwa pemudik.
Pemeriksaan bus AKAP itu dilakukan oleh tim pengujian kendaraan bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Provinsi Banten.
Pemeriksaan ramp check itu diantaranya terkait dengan kelengkapan surat kendaraan hingga cek fisik serta beberapa kriteria lain, seperti fisik kendaraan secara visual juga ban, rem, wiper, lampu dan pemecah kaca.
Baca juga: Kemenhub periksa kelaikan 100 ribu lebih kendaraan angkuatan orang
"Bila kendaraan itu tidak layak jalan maka direkomendasikan untuk tidak beroperasi untuk mengangkut calon penumpang, " katanya menjelaskan.
Menurut dia, para sopir dan awak bus AKAP juga dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak juga dilakukan pemeriksaan dari Badan Nasional Narkotika ( BNN) Pemprov Banten.
Pemeriksaan oleh BNN itu dengan mengambil urine pengemudi untuk mengetahui adanya kandungan zat narkoba.
"Jika sopir itu positif terpapar narkoba maka direkomendasikan tidak boleh mengemudikan kendaraan angkutan Lebaran, " katanya menjelaskan.
Ia mengatakan pihaknya mengoperasikan 61 unit bus AKAP dengan delapan trayek dari lima perusahaan otobus.
Baca juga: Terminal Pulo Gebang larang bus tak laik jalan untuk beroperasi
Untuk bus AKAP melayani trayek Rangkasbitung - Bogor - Kalideres - Tanjung Priok - Bandung - Garut - Cirebon - Kuningan.
Selain itu juga sebanyak 12 unit bus melayani Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Pedesaan (Angdes) sebanyak 25 unit.
Untuk kendaraan AKDP melayani jurusan wilayah Provinsi Banten dengan trayek Rangkasbitung- Tangerang - Serang -Merak-Bayah- Wanasalam-Labuan.
Selanjutnya, kendaraan Angkutan Desa ( Angdes) melayani untuk 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.
"Kami memprediksi puncak penumpang arus mudik di sini pada H-4 sekitar 2.500-3.500 orang," katanya.
Baca juga: Menhub imbau hentikan sementara tradisi sapu koin Pantura saat mudik
Baca juga: Kemenkes berangkatkan 1.126 peserta di program mudik bersama pegawai
Baca juga: Lalu lintas Tol Cikampek terpantau ramai lancar
Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































