Canberra (ANTARA) - Para peneliti di Australia menemukan bahwa olahraga dapat membantu meningkatkan keberhasilan berhenti merokok, menawarkan cara berbiaya rendah untuk mendukung upaya berhenti merokok di samping pengobatan yang sudah ada.
Studi tersebut menemukan bahwa olahraga dapat membantu orang berhenti merokok dengan mengurangi konsumsi rokok, meredam keinginan untuk merokok, dan meningkatkan peluang mereka untuk berhenti merokok, menurut pernyataan dari Universitas Adelaide, Australia, yang dirilis pada Kamis (2/7).
Para peneliti dari Universitas Adelaide menganalisis 59 pengujian terkontrol secara acak (randomized controlled trial/RCT) yang melibatkan lebih dari 9.000 partisipan dan menemukan bahwa orang-orang yang mengikuti program olahraga memiliki peluang 15 persen lebih tinggi untuk mencapai abstinensi berkelanjutan dan 21 persen lebih tinggi untuk melaporkan tidak merokok selama periode tujuh hari dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Temuan tersebut, yang dipublikasikan dalam Journal of Sport and Health Science, menunjukkan bahwa olahraga dapat mengurangi konsumsi rokok rata-rata sebanyak dua batang per hari, dan bahwa satu sesi olahraga terbukti dapat langsung mengurangi keinginan untuk merokok hingga 30 menit.
Profesor Carol Maher dari Universitas Adelaide, peneliti senior studi ini, mengatakan bahwa olahraga dapat membantu mengelola keinginan merokok jangka pendek, tetapi harus melengkapi, bukan menggantikan, intervensi berbasis bukti seperti konseling dan pengobatan.
Secara global, penggunaan tembakau masih menjadi penyebab utama kematian dini yang dapat dicegah, yang menyebabkan sekitar 7 juta kematian setiap tahunnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Para peneliti mengatakan masih diperlukan studi lebih lanjut untuk mengintegrasikan olahraga ke dalam program berhenti merokok di dunia nyata serta untuk menilai perannya dalam membantu orang berhenti menggunakan rokok elektronik (vaping).
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































