Jakarta (ANTARA) - Dharma Wanita Persatuan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (DWP BNPP) RI menggelar pemeriksaan pap smear gratis untuk deteksi dini kanker serviks.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Sekretariat BNPP RI di Jakarta Kamis (2/7) ini tanpa dipungut biaya apapun.
"Program seperti ini memberikan manfaat nyata, khususnya bagi kesehatan keluarga besar BNPP. Upaya pencegahan melalui deteksi dini sangat penting, mengingat penyakit tidak menular masih menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas hidup,” ujar Sekretaris BNPP RI, Pelaksana Tugas Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI, Belly Isnaeni dalam keterangan resmi.
Menurut Belly keberadaan DWP BNPP juga turut menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, memperkuat kebersamaan, serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia keluarga aparatur sipil negara melalui berbagai kegiatan di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan.
Belly mengatakan bahwa pemeriksaan ini juga sebagai langkah sederhana untuk bisa melihat perubahan sel pada leher rahim sehingga penanganan dapat dilakukan cepat dan efektif.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat terus diperkuat melalui berbagai program promotif dan preventif lainnya, sehingga budaya hidup sehat semakin mengakar di lingkungan BNPP,” tambahnya.
Sementara itu, mewakili Ketua DWP BNPP RI, Ketua Bidang Sosial Budaya DWP BNPP, Dewi Bakri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian DWP BNPP terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya melalui deteksi dini penyakit tidak menular.
“Kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan peran, baik sebagai aparatur negara, anggota keluarga, maupun sebagai bagian dari masyarakat,” ungkap Dewi.
Dewi mengatakan bahwa selain layanan pap smear, peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan lainnya, seperti pemeriksaan quantum magnetic resonance serta pemeriksaan gula darah sewaktu bagi peserta yang memenuhi persyaratan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































