Soal Timteng, Prabowo tegaskan RI harus siap hadapi segala kemungkinan

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan, menyusul perkembangan situasi konflik di Timur Tengah (Timteng) yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam diskusi dan silaturahmi kebangsaan yang turut dihadiri oleh sejumlah Presiden dan Wakil Presiden terdahulu, mantan Menteri Luar Negeri, serta Ketua Umum partai politik di Istana Merdeka, Selasa (3/3) malam.

"Tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apa pun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan," kata Sugiono saat memberikan pernyataan pers usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah tersebut, Sugiono menyatakan dirinya telah memerintahkan Duta Besar RI di Teheran untuk mengambil langkah evakuasi segera apabila terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang menghendaki untuk dipulangkan.

Dia mengatakan tidak seluruh WNI di wilayah terdampak menyatakan keinginan untuk dievakuasi. Namun, terdapat sebagian WNI di Iran yang bersedia untuk dievakuasi sehingga proses pemulangan dilakukan secara bertahap.

Baca juga: OJK minta LJK antisipasi dampak rambatan konflik di Timur Tengah

Sugiono menyampaikan bahwa situasi ke depan masih akan berkembang dan pemerintah akan terus mencermati dinamika yang terjadi.

Terkait upaya diplomatik, Sugiono mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Dalam komunikasi tersebut, dirinya menyampaikan bahwa Indonesia menyesalkan atas gagalnya perundingan yang berujung pada eskalasi situasi konflik di kawasan tersebut.

Indonesia, kata dia, juga menegaskan kembali prinsip penghormatan terhadap integritas dan kedaulatan wilayah suatu negara serta pentingnya kembali ke meja perundingan guna meredakan ketegangan.

Selain itu, Sugiono juga menyampaikan keinginan Presiden Prabowo untuk berperan sebagai mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di kawasan tersebut.

Baca juga: MUI: Perkuat ketahanan pangan RI mitigasi dampak konflik Timur Tengah

"Kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima," kata Sugiono.

Sebelumnya, Presiden RI mengundang sejumlah tokoh ke Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3) malam, untuk bertukar pandang tentang berbagai isu, termasuk soal geopolitik.

Sejumlah Presiden dan Wakil Presiden terdahulu yang hadir yakni Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 RI Boediono dan Wakil Presiden Ke-13 Ma'ruf Amin.

Sementara itu, ketua umum (Ketum) partai politik yang hadir antara lain Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Presiden PKS Al Muzammil Yusuf dan Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Tampak hadir pula sejumlah mantan Menteri Luar Negeri yaitu Alwi Shihab, Hasan Wirajuda dan Marty Natalegawa, serta jajaran Kabinet Merah Putih. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 3,5 jam, dimulai pukul 19.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga: Indonesia alihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke AS

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |