Sinyal mudah lelah dapat menandakan gangguan metabolisme

1 week ago 6

Jakarta (ANTARA) - Dokter Primaya Hospital mengatakan sinyal "mudah lelah" dapat menandakan gangguan metabolisme pada tubuh usia produktif.

Dalam siaran pers Primaya Hospital yang diterima di Jakarta pada Jumat, materi seminar rumah sakit tersebut memaparkan data klinis European Male Ageing Study (EMAS) yang menunjukkan kaitan antara keluhan kelelahan menetap pada pria di atas usia 50 tahun dan kondisi kekurangan testosteron atau "late-onset hypogonadism" (LOH).

Data klinis tersebut menunjukkan prevalensi kekurangan testosteron tercatat naik dari 0,1 persen pada usia 40 hingga 49 tahun menjadi 5,1 persen pada usia 70 hingga 79 tahun, terutama pada pengidap obesitas dan sindrom metabolik.

Baca juga: Mudah lelah? Pahami 10 kesalahan gaya hidup dan cara mengatasinya

Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes Primaya Hospital, dr. Marshell Tendean, menegaskan, bertambahnya usia dapat membawa berbagai perubahan pada tubuh, termasuk hormon.

Ketika perubahan seperti mudah lelah, penurunan stamina, atau gangguan fungsi seksual mulai menetap dan memengaruhi kualitas hidup, kondisi tersebut bukan lagi faktor penuaan semata, tetapi dapat berkaitan dengan kekurangan testosteron pada pria.

Karena itu, menurut Marshell, penting untuk melakukan evaluasi medis secara tepat dan tidak sekadar menganggapnya sebagai proses penuaan semata.

Baca juga: Penyebab selalu merasa lelah dan solusinya

"Kekurangan testosteron bukan sekadar persoalan usia atau fungsi seksual, tetapi dapat berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan. Karena itu, penting untuk melakukan evaluasi medis secara tepat dan tidak sekadar menganggapnya sebagai proses penuaan," ujar dr. Marshell Tendean, Sp.PD-KEMD, FINASIM saat sedang melakukan pemaparan pada Primaya Metabolic Endocrine 2026 yang mengangkat tema “Translating Evidence into Impact: Practical Endocrinology for Real-World Care”.

Hal serupa juga terjadi pada diabetes. Gangguan metabolisme dapat berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga seseorang baru mengetahui kondisinya setelah muncul komplikasi.

Primaya Metabolic Endocrine 2026 mencatat lebih dari 250 juta orang dewasa di dunia belum menyadari bahwa mereka mengalami gangguan metabolisme, sehingga risiko komplikasi dapat berkembang sebelum pengobatan dimulai.

Baca juga: Mudah lelah hingga sesak nafas bisa jadi tanda gagal jantung

Berdasarkan data IDF Diabetes Atlas 2025, Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk prevalensi diabetes pada usia 20 hingga 79 tahun dan menempati peringkat ketiga untuk kasus yang belum terdiagnosis.

Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes Primaya Hospital, dr. Khomimah, menjelaskan, diabetes bukan hanya persoalan gula darah. Tapi prosesnya melibatkan berbagai mekanisme dan organ tubuh, sehingga pengelolaannya juga perlu melihat risiko pasien secara menyeluruh.

"(Pengelolaannya) perlu bergeser dari pendekatan yang reaktif menjadi lebih proaktif, termasuk menjaga kesehatan jantung dan ginjal sejak dini," kata dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM.

Baca juga: Tanda Anda kurang gerak, sering lelah hingga mudah lupa

Baca juga: Si dia mudah lelah dan berubah mood-nya? Bisa jadi ini sebabnya

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |