Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen Indonesia terhadap kontrak impor jangka panjang minyak dan gas bumi (migas), meskipun Selat Hormuz akan dibuka.
“Kalau persoalan impor minyak mentah, sekali pun Selat Hormuz-nya sudah dibuka, tetap kami sudah melakukan kontrak jangka panjang dengan negara-negara lain,” ujar Bahlil ketika ditemui setelah Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.
Meskipun demikian, tutur Bahlil melanjutkan, apabila terdapat harga yang lebih kompetitif, maka ia tidak menutup kemungkinan untuk membuka akses impor migas dari Timur Tengah.
Selaras dengan Bahlil, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman juga menyampaikan pemerintah akan memprioritaskan impor migas dari negara dengan harga migas yang lebih kompetitif.
“Seperti yang sudah dikatakan Pak Menteri, semua alternatif kalau lebih kompetitif tentu akan diprioritaskan,” ujar Laode.
Terkait dengan prediksi harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) setelah pembukaan Selat Hormuz, Laode menyampaikan Indonesia menetapkan ICP dengan basis bulanan.
Oleh karena itu, Laode akan menjadikan pembukaan Selat Hormuz sebagai penetapan ICP untuk bulan berikutnya.
“Kami lihat dulu seberapa turunnya dengan adanya komitmen damai ini. Dari situ nanti kami hitung dengan formulanya,” ujar Laode.
Baca juga: DEN: Ketahanan energi dan transisi energi harus jalan bersama
Baca juga: DEN minta warga hemat BBM demi tekan impor di tengah krisis global
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Minggu (14/6) bahwa kesepakatan perdamaian AS-Iran "kini telah rampung" dan Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah penandatanganan kesepakatan tersebut pada Jumat (19/6).
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.
"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut AS."
"Kapal-kapal dunia, hidupkan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" kata Trump.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurangi kebergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri.
Menurutnya, Presiden Prabowo sejak awal menempatkan kemandirian energi sebagai salah satu agenda utama pemerintahannya. Oleh karena itu, berbagai kebijakan disiapkan untuk mengurangi kebergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri.
"Bangsa ini harus mandiri. Bangsa ini harus maju. Lepas dari ketergantungan pangan, lepas dari ketergantungan energi. Itu kan semua (usaha) Pak Prabowo," kata Qodari dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (13/6) lalu.
Baca juga: Menteri ESDM ungkap minyak mentah Rusia segera masuk RI
Baca juga: Prabowo sebut Indonesia tak perlu impor BBM dalam tiga tahun
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































