Jakarta (ANTARA) - Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menekankan pentingnya kemitraan antara Jerman dan Indonesia di tengah situasi global yang diwarnai berbagai konflik dan peningkatan kekerasan di sejumlah kawasan dunia.
Dalam pernyataan bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, Steinmeier menyebut kunjungannya ke Indonesia kali ini merupakan yang keempat, yang mencerminkan arti penting hubungan dengan Indonesia bagi Jerman.
"Ini keempat kalinya saya berkunjung ke sini. Jumlah kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan dengan Indonesia bagi kami di Jerman. Dan tentu pertemuan kita ini diadakan dalam situasi dunia yang sangat sulit," kata Steinmeier.
Dia menilai pertemuan tersebut berlangsung dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian, seperti perang yang masih terjadi di Eropa serta konflik yang berlanjut di berbagai kawasan lain, termasuk di Sudan dan Timur Tengah.
Menurut Steinmeier, di tengah kondisi dunia yang terguncang oleh meningkatnya kekerasan di berbagai wilayah, kemitraan seperti yang terjalin antara Jerman dan Indonesia menjadi sangat berarti.
"Di dalam situasi di mana dunia terguncang oleh kekerasan di banyak kawasan dunia yang makin meningkat. Dalam situasi kemitraan seperti antara Jerman dengan Indonesia sangat berarti," katanya.
Baca juga: Presiden Jerman sebut Indonesia faktor stabilitas ASEAN
Dia menyebut hubungan kedua negara didasarkan pada komitmen bersama terhadap tatanan dunia yang berlandaskan aturan, yang menjadi pengikat kerja sama kedua negara.
Steinmeier mengingatkan bahwa fondasi kemitraan tersebut telah dibangun setidaknya sejak Deklarasi Jakarta pada 2012 dan menyatakan keyakinannya bahwa hubungan kedua negara perlu terus diperdalam.
Dia mengatakan penguatan kemitraan dapat dilakukan di berbagai bidang, antara lain iklim, pendidikan, penelitian, dan kebudayaan.
Steinmeier juga menyinggung mengenai luasnya cakupan topik yang dibahas kedua negara serta perkembangan hubungan yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, masih terdapat potensi besar yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam hubungan bilateral Jerman dan Indonesia.
"Saya yakin ada banyak kemungkinan untuk kerja sama antara perusahaan Jerman dan Indonesia. Bapak Presiden Prabowo yang baik. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kesempatan bertukar pikiran yang sangat luas siang ini," ujarnya.
Baca juga: Prabowo: Kunjungan Presiden Jerman penting di tengah dinamika global
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan serta keberlanjutan kemitraan antara Indonesia dan Jerman kini menjadi prioritas utama bagi pemerintah.
Kunjungan kenegaraan Presiden Jerman dinilai memiliki arti sangat penting sekaligus menjadi indikator penguat hubungan bilateral yang baik antara kedua negara.
"Saudara-saudara sekalian, saya sangat berkeyakinan bahwa Jerman harus memainkan peran yang lebih aktif dan lebih penting karena kami butuh kemitraan yang baik dengan Jerman dan dengan Eropa," tutur Presiden.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas penguatan kemitraan di sejumlah sektor dan sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan serta investasi.
“Pada pertemuan hari ini, kita membahas penguatan kemitraan Indonesia-Jerman, khususnya di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan," kata Presiden.
Terkait peningkatan kerja sama tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya hubungan antara Indonesia serta Eropa dengan diharapkan perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat mencapai kesimpulan substantif.
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga mengundang Presiden Steinmeier untuk memperluas investasi di berbagai sektor penting di Indonesia, seperti di bidang transisi energi, hilirisasi industri, serta transportasi di tengah upaya peningkatan penggunaan kendaraan listrik.
Indonesia juga mengundang investor Jerman untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor, masuk ke dalam sektor rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang serta sektor infrastruktur.
Turut dibahas pula pengembangan kerja sama sektor ketenagakerjaan yang dapat memperluas peluang tenaga kerja Indonesia tidak hanya di bidang keperawatan, tetapi juga sektor teknologi.
Baca juga: Presiden Prabowo ajak Jerman berperan aktif jaga stabilitas global
Baca juga: RI dan Jerman sepakat tingkatkan volume perdagangan dan investasi
Baca juga: Prabowo minta Jerman dukung finalisasi IEU CEPA
Pewarta: Fathur Rochman/Maria Cicilia Galuh
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































