Sekolah vokasi Kemenperin gandeng industri pacu ekonomi kreatif halal

1 week ago 16

Jakarta (ANTARA) - Politeknik APP Jakarta, sekolah vokasi di bawah naungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), memperkuat kolaborasi dengan industri dalam mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif halal di Indonesia.

Sinergi tersebut diwujudkan bersama PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) dalam program Halalpreneur yang bertujuan mengembangkan wirausaha halal yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Direktur Politeknik APP Jakarta A.R. Arie Wicaksono dalam keterangannya dikonfirmasi di Jakarta, Rabu menilai kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata sinergi pentahelix dalam memperkuat ekonomi halal Indonesia.

“Kegiatan Halalpreneur yang memasuki tahun ke-5 semakin meneguhkan semangat kami untuk berkolaborasi dan memberikan nilai tambah bagi UMKM yang berkelanjutan," jelasnya.

Dijelaskannya, program Halalpreneur akan dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan seminar, workshop, pendampingan, dan showcase produk halal. Dengan dukungan industri, program ini diharapkan mampu menjadi katalis bagi lahirnya wirausaha halal yang inovatif sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi halal terhadap perekonomian nasional.

Menurut dia, kolaborasi strategis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif agar mampu menciptakan produk dan bisnis halal yang memiliki daya saing di pasar global.

Penyelenggaraan Halalpreneur tahun ini juga bertepatan dengan momentum Hari UMKM Nasional yang diperingati setiap 12 Agustus.

Legal & Corporate Affairs Division Head and Corporate Secretary Darya-Varia, Widya Olivia Tobing mengatakan program Halalpreneur yang memasuki tahun kelima telah berkembang menjadi ruang kolaborasi antara industri, pendidikan vokasi, dan UMKM dalam membangun ekosistem halal yang lebih kuat.

Ia menambahkan, semangat Halalpreneur tidak hanya berorientasi pada pembangunan usaha, tetapi juga menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

"Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak wirausaha halal yang lahir untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi halal Indonesia di masa depan," sambung Widya.

Sebelumnya, Kemenperin juga terus mendorong pengembangan Kawasan Industri Halal sebagai infrastruktur pendukung yang memudahkan pelaku usaha memenuhi standar halal secara lebih efisien sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di sektor industri halal.

Selain itu, Kemenperin mencatat, secara kumulatif hingga triwulan I tahun 2026, jumlah sertifikat halal pada subsektor industri halal telah mencapai 2.662.607 sertifikat.

Capaian tersebut didominasi oleh industri makanan halal sebanyak 2.314.614 sertifikat, industri minuman halal sebanyak 338.757 sertifikat, serta sektor industri kimia dan farmasi sebanyak 5.590 sertifikat. Selain itu, jumlah produk industri halal yang telah tersertifikasi mencapai 5.014.222 produk.

Baca juga: Kementerian UMKM siapkan sertifikasi halal gratis bagi 500 ribu UMKM

Baca juga: BPJPH tekankan pentingnya perluasan sertifikasi halal UMK daerah

Baca juga: AKUMINDO: Biaya masih jadi kendala UMKM urus sertifikasi halal

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |