PDIP: Soekarno Cup tanamkan semangat perjuangan kepada talenta muda

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup Komarudin Watubun mengatakan turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 tidak hanya menjadi wadah pencarian bakat, tetapi juga sarana menanamkan semangat perjuangan dan karakter kepada talenta muda Indonesia.

Komarudin Watubun dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan turnamen yang diikuti sekitar 400 talenta muda dari sejumlah provinsi itu terasa lebih istimewa karena dua hal.

Pertama, laga final dilangsungkan di Surabaya, kota kelahiran Bung Karno, sang proklamator dan Bapak Bangsa.

Kedua, final digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, sebuah stadion yang namanya diambil dari salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo.

"Malam final ini bukan sekadar pertandingan biasa. Malam ini kita menyatukan dua nama besar yang menentukan Merah-Putihnya sejarah bangsa: Bung Karno dan Bung Tomo. Di stadion ini, nama mereka menyatu dengan gemuruh suara penonton dan semangat para talenta muda akar rumput dari pelosok tanah air yang berlaga di panggung nasional ini," kata Komarudin saat laga final Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (24/8).

Komarudin mengimajinasikan, Bung Karno dan Bung Tomo saat ini sedang menyaksikan anak-anak muda Indonesia bertanding dengan senyuman bangga.

"Mereka melihat api perjuangan yang dahulu mereka nyalakan, kini terus menyala di dada generasi muda," ujarnya

Bung Karno dilahirkan di Surabaya pada 6 Juni 1901. Sang proklamator menghabiskan masa remaja di Surabaya dengan indekos di rumah tokoh Islam, HOS Tjokroaminoto.

Pemikiran dan cita-cita besar Bung Karno tentang Indonesia dibentuk sejak masa remaja ketika bergulat dengan kehidupan rakyat Surabaya, serta mendapat dinamika pemikiran dengan para tokoh pergerakan.

Adapun Bung Tomo adalah salah satu tokoh sentral yang berjasa menggerakkan keberanian rakyat Surabaya pada masa paling genting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Pada 10 November 1945, ketika Surabaya menghadapi kekuatan Sekutu, Bung Tomo melalui siaran radionya membakar semangat rakyat.

Ia tidak hanya berbicara kepada tentara atau kelompok tertentu. Orasinya menyentuh rakyat luas, mengajak masyarakat untuk berdiri bersama mempertahankan kemerdekaan.

Pidatonya menanamkan keyakinan bahwa kemerdekaan harus dipertahankan dengan keberanian, persatuan, dan pengorbanan.

Karena itu, kata Komarudin, ketika ratusan anak muda dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Surabaya untuk bertanding dan mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional, Soekarno Cup ingin mempertemukan sejarah perjuangan bangsa dengan cita-cita generasi masa depan melalui lapangan sepak bola.

"Saya mengingatkan sebuah pesan besar Bung Karno, 'Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.' Pesan itu bukan sekadar kata-kata. Itu adalah keyakinan bahwa pemuda Indonesia memiliki tenaga, keberanian, kreativitas, dan semangat untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar," ujar Komarudin.

Sesuai pesan inisiator Soekarno Cup Prananda Prabowo, lanjut Komarudin, para talenta muda yang bertanding diharapkan menjadi pemain hebat di lapangan sekaligus punya karakter disiplin, sportif, berani bermimpi besar untuk Indonesia.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |