Temanggung (ANTARA) - Sekitar 1,72 hektare vegetasi hutan di lereng Gunung Sumbing di kawasan Perum Perhutani Petak 15-4 Blok Prantean, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Kecepit, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara, terbakar dan berhasil dipadamkan.
Wakil Administratur KPH Kedu Utara Bambang Setyawan di Temanggung, Senin, mengatakan kebakaran pada hari Minggu (6/9) itu diketahui setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat mengenai munculnya asap di kawasan hutan Desa Batursari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.
"Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas untuk segera dilakukan pengecekan di lokasi. Alhamdulillah, api sudah berhasil dikendalikan pada pukul 17.21 WIB. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama dan sinergi berbagai unsur di lapangan," katanya.
Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju Petak 15-4 Blok Prantean. Sesampainya di lokasi, tim mendapati titik api yang membakar semak dan vegetasi hutan. Upaya pemadaman pun kemudian dilakukan secara bersama-sama.
Baca juga: Kemarau, pendaki diimbau waspada saat gunakan api guna cegah karhutla
Ia menyampaikan petugas terlebih dahulu melakukan konsolidasi di lapangan, kemudian membuat ilaran atau sekat bakar untuk menghambat pergerakan api. Pemadaman juga dilakukan langsung pada titik-titik yang terbakar.
Penanganan melibatkan 86 personel dari berbagai unsur antara lain Perhutani, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan Basecamp Azora, Basecamp Grasido, Basecamp Stikpala, Kecamatan Kledung, LMDH Argo Makmur, serta Pemerintah Desa Batursari.
Peralatan yang digunakan menyesuaikan kondisi medan, antara lain ranting pohon yang masih basah, cangkul, sabit, dan sprayer.
Baca juga: BPBD ingatkan pendaki gunung waspada cuaca ekstrem dan hipotermia
Kebakaran tersebut berada di kawasan hutan dengan luas petak sekitar 6,7 hektare. Petak tersebut merupakan kawasan hutan lindung yang ditanami pinus sejak 1973. Lokasi berada pada ketinggian sekitar 1.762 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Vegetasi yang terbakar didominasi kriyu, ilalang, dan remujung.
Ia menegaskan keberhasilan memadamkan api belum menjadi alasan untuk menghentikan pemantauan. Menurut dia, masih diperlukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang dapat kembali memicu kebakaran.
"Meskipun api sudah berhasil dikendalikan, hari ini dilakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali," katanya.
Baca juga: Ratusan siswa di Temanggung tanam 1.000 pohon di lereng Gunung Sumbing
Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































