Satgas PRR akui pendidikan belum berjalan maksimal di daerah bencana

7 hours ago 4

Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengakui bahwa proses pendidikan belum berjalan maksimal di lokasi bencana, meski pembelajaran sudah berjalan hampir 100 persen.

"Proses belajarnya hampir semuanya 100 persen sudah berjalan. Tapi ada yang belum maksimal, belum ideal. Kita harus akui itu, karena memang cukup banyak yang terdampak," kata Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, di Pidie Jaya, Aceh, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Tito Karnavian usai melaksanakan penyerahan bantuan stimulan perorangan kepada masyarakat terdampak bencana di Pidie Jaya, Aceh.

Tito mengatakan, memang cukup banyak lembaga yang terdampak bencana mulai dari Paud, sekolah dasar, sekolah menengah pertama (SMP), SMA hingga pesantren atau madrasah.

Terkait hal ini, kata Tito, pihaknya terus mengkoordinasikan, dan mengumpulkan datanya dari kepala daerah, tim khusus Kemendikdasmen yang diturunkan, sehingga kemudian diklasifikasikan mana rusak ringan, sedang dan berat atau hilang.

Baca juga: Korban banjir bandang di Nagan Raya menikmati Ramadhan tanpa listrik

Semua kondisi sekolah pascabencana itu segera diperbaiki secara bertahap dengan skala prioritas. Tetapi yang terpenting hari ini adalah proses pendidikannya harus berjalan dulu.

"Maka di tempat yang ringan, sedang, diperbaiki, mereka kemudian berlangsung kegiatan sekolah. Yang rusak berat, mereka ada yang masih sekolahnya di tenda, yang sudah dilengkapi dengan peralatannya. Proses belajarnya hampir 100 persen berjalan, tapi belum maksimal, ideal," ujarnya.

Dirinya menyebutkan, terdapat sekitar 3.700 sekolah yang rusak dI tiga provinsi terdampak bencana. Maka, semua ini harus dikerjakan, tetapi semua perlu waktu.

Sedangkan untuk madrasah serta pondok pesantren, ini menjadi tugasnya Kementerian Agama, dan mereka juga telah membuat tim pendataan sendiri.

"Tetapi pekerjaannya nanti sebagian besar oleh Kementerian PU. Ada juga yang dikontrakkan dengan pihak ketiga, oleh Kemendikdasmen maupun dari Kementerian Agama," demikian Tito Karnavian.

Baca juga: Satgas PRR targetkan tak ada lagi pengungsi di tenda saat Lebaran

Baca juga: 1.600 warga di Tapanuli Utara terima dana bantuan jaminan hidup

Baca juga: TNI tuntaskan pembersihan SMP di Tapanuli Tengah pascabanjir susulan

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |