Jakarta (ANTARA) - Lembaga Sensor Film (LSF) menyampaikan pentingnya orang tua memilih tontonan yang tepat saat mengajak anak untuk menonton film di bioskop semasa libur Lebaran.
"Pertama, pilihlah film sesuai dengan klasifikasi usia anak, yaitu untuk semua umur, dan memahami alasan orang tua perlu mengajak anak untuk menonton karena untuk kepentingan pembelajaran," kata Wakil Ketua LSF Noorca M. Massardi kepada ANTARA di Jakarta, Minggu (15/3).
Noorca mengatakan, orang tua dapat memeriksa klasifikasi tontonan berdasarkan usia penonton dari tanda warna pada film.
Film untuk semua umur tandanya berwarna hijau, film untuk penonton berusia 13 tahun ke atas bertanda warna kuning, film untuk penonton berusia 17 tahun ke atas bertanda warna merah, dan film untuk penonton berusia 21 tahun ke atas bertanda warna hitam.
Baca juga: LSF imbau warga perhatikan kategori usia saat ajak anak menonton film
Noorca juga menyarankan orang tua mempelajari deskripsi film untuk meminimalkan kemungkinan anak menyaksikan adegan dan tampilan audio visual yang bisa berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
"Orang tua wajib menonton, mendampingi anaknya, supaya kalau ada pertanyaan, Ma, itu apa sih? Itu kenapa sih? Dia begitu bisa dijawab dengan bijaksana, agar jangan dia punya gambaran penampilan sendiri terhadap satu adegan, yang sebetulnya bukan itu yang dimaksudkan oleh film, tapi dia menangkapnya itu adalah sesuatu yang negatif," ia menjelaskan.
Noorca mengatakan, orang tua sebaiknya mengajak anak menonton film yang cerita dan temanya sesuai dengan minat anak.
Setelah menonton film bersama anak, Noorca mengatakan, orang tua dapat menanyakan pendapat anak tentang film tersebut serta memberikan penjelasan tentang perbuatan yang baik dan buruk di dalam film.
"Jangan sampai anak menganggap mencuri itu asyik juga ya, karena bisa menguntungkan dan tidak perlu bekerja," katanya.
Baca juga: Upie Guava ingin hadirkan cerita inspiratif untuk anak melalui film
Noorca mengemukakan bahwa anak-anak umumnya belum bisa mengontrol emosi dengan baik dan pilihan tontonan bisa berpengaruh terhadap perkembangan mentalnya.
Jadi, para orang tua sebaiknya berhati-hati dalam memilihkan tontonan untuk anak.
"Pikirkan lah masa depan anak, kalau dia dewasa sebelum waktunya, kalau dia terpengaruh, nanti kan juga berdampak ke keluarga," kata Noorca.
"Misalnya tiba-tiba dia senang berkelahi, tiba-tiba marah sama temennya, main pukul, main tendang seperti di film-film, itu kan di luar kuasa, sudah sulit memperbaikinya lagi," ia menambahkan.
Baca juga: "Pelangi di Mars" dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Maret
Baca juga: Mama Culla dihadirkan untuk dukung gerakan sensor mandiri
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















![[MWC 2026] GlobalData Terbitkan Laporan Resmi tentang Evolusi Layanan Suara di Era AI](https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/03/16/Andy-Hicks-at-MWC26.jpg)































