Rusia: Ketegangan di kawasan Timur Tengah ancam perekonomian global

1 week ago 8

Istanbul (ANTARA) - Rusia pada Kamis menyatakan, meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah akibat baku serang terbaru antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengancam perekonomian global secara keseluruhan.

Moskow juga kembali menyerukan agar semua pihak kembali menempuh jalur perundingan.

“Putaran terbaru peningkatan ketegangan ini, sarat dengan konsekuensi negatif baru dan tambahan, baik bagi situasi di kawasan maupun bagi perekonomian internasional secara keseluruhan,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan dalam suatu konferensi pers.

Peskov mendesak seluruh pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan guna meredakan situasi.

Pertukaran serangan antara Amerika Serikat dan Iran berlanjut untuk hari kedua berturut-turut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan melancarkan serangan tambahan apabila Teheran tidak segera menerima kesepakatan damai.

Dalam sebuah pernyataan, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut pasukan AS menyerang sejumlah target militer di Iran sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari.

CENTCOM menyatakan serangan tersebut merupakan tindakan “membela diri” setelah sebuah helikopter militer Amerika ditembak jatuh di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa Iran telah terlalu lama menunda proses perundingan dan harus menanggung konsekuensinya.

Perundingan yang berlangsung sejak tercapainya gencatan senjata pada April lalu, membuka kembali Selat Hormuz yang penutupannya telah menghambat ekspor minyak dan gas, serta mencapai kesepakatan mengenai status program nuklir Iran.

Perundingan yang dimediasi oleh Pakistan itu, berfokus pada upaya mengakhiri secara permanen perang yang dimulai pada 28 Februari,

Pada Rabu (10/6), Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan pihaknya “sangat prihatin” terhadap meningkatnya ketegangan itu dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri serta segera menghentikan serangan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran: Sistem pertahanan kami tidak hancur oleh serangan militer AS

Baca juga: China kembali desak Iran dan AS hentikan pertempuran

Baca juga: AS serang Iran lagi, tiga orang terluka di Teheran

Penerjemah: Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |