Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan yoga dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga secara menyeluruh di tengah gaya hidup modern yang penuh tekanan dan peningkatan beban penyakit kronis dan sudah didukung secara saintifik.
Pada Hari Yoga internasional Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan yoga menawarkan solusi praktis dan berbasis bukti. Kombinasi postur, pernapasan, dan meditasi, membantu menurunkan respons stres dan kortisol sehingga meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan kontrol metabolik.
"Di balik gerakan yang tampak sederhana, yoga mempengaruhi tubuh lewat perubahan fisiologis dan neurobiologis yang terukur, menurunkan respons stres, meningkatkan tonus vagus dan variabilitas denyut jantung, mengubah neurotransmiter seperti serotonin, menurunkan peradangan, serta memperbaiki kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan," katanya.
Ketika melakukan serangkaian asana, pranayama, dan latihan perhatian, katanya, terjadi serangkaian reaksi yang saling berkaitan, dimana pernapasan teratur menenangkan sistem saraf otonom, denyut jantung dan tekanan darah cenderung turun, dan pelepasan hormon stres seperti kortisol berkurang.
Baca juga: Mengenal yoga "made in Indonesia" yang sarat filosofi Jawa
"Pada tingkat otak, praktik perhatian dan meditasi memperkuat area-area yang mengatur emosi dan kontrol impuls, sementara respons limbik yang memicu kecemasan menjadi lebih terkendali," katanya.
Dari sudut ilmiah, lanjutnya, manfaat yoga untuk kesehatan jiwa dapat dijelaskan lewat beberapa jalur yang saling melengkapi. Pertama, regulasi sistem saraf otonom dan penurunan aktivitas sumbu HPA mengurangi reaktivitas terhadap stres sehingga gejala kecemasan dan ketegangan menurun.
Kedua, perubahan neurokimia mendukung stabilitas mood dan tidur yang lebih baik.
"Ketiga, latihan perhatian meningkatkan kapasitas regulasi emosi, korteks prefrontal menjadi lebih efektif menahan reaksi berlebihan dari sistem limbik, sehingga seseorang lebih mampu mengelola pikiran dan perasaan yang mengganggu," katanya.
Baca juga: Latihan yoga ibu dan anak tingkatkan kualitas hubungan
Secara klinis, intervensi yoga menunjukkan efek positif pada depresi ringan hingga sedang, kecemasan, dan perasaan kesejahteraan umum ketika dilakukan secara teratur.
Untuk kesehatan fisik, katanya, yoga bekerja melalui mekanisme mekanik dan metabolik. Postur-postur (asana) meningkatkan fleksibilitas, kekuatan inti, dan keseimbangan sehingga mengurangi nyeri muskuloskeletal dan memperbaiki postur.
Latihan pernapasan dan relaksasi menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil stres fisiologis, yang berkontribusi pada pengendalian risiko kardiometabolik.
Bagi yang ingin memulai, pendekatan bertahap adalah kunci. Dia menyarankan untuk memilih kelas pemula yang dipandu instruktur bersertifikat, fokus pada teknik pernapasan dan postur dasar, dan beri tubuh waktu untuk beradaptasi.
Baca juga: Yoga bisa jadi pilihan cara untuk menekan risiko cedera bagi atlet
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































