Dokter okupasi sebut konsumsi kopi meningkat untuk kurangi "stressor"

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Klinik Pertamina IHC, Muchammad Arief Gunawan menyebut konsumsi kopi di satu perusahaan meningkat hingga 70 persen untuk mengurangi pemicu stres atau stressor.

"Kalau kopi secara detail sih memang enggak begitu (dalam) secara risetnya, tetapi ada salah satu perusahaan, sekitar 70 persen itu ngopi. Jadi, memang konsumsi dari satu perusahaan itu 70 persennya minum kopi setiap harinya," katanya di Klinik Pertamina IHC Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Selasa.

Baca juga: Pakar ingatkan konsumsi kopi berlebih bisa sebabkan diuretik

Ia menegaskan kopi memang bisa mengurangi stres, dan stressor adalah salah satu hal penting untuk meningkatkan produktivitas, tetapi konsumsi kopi juga harus dikontrol agar tidak berlebihan dan justru menyebabkan penyakit.

"Kita kalau kerja tanpa stressor pasti enggak optimal lah ya, tetapi kalau memang berlebihan itu juga akan burn out (kelelahan fisik dan mental), jadi enggak produktif juga kalau kopi. Apabila mau satu atau dua ya mungkin enggak masalah ya, tetapi kalau berlebihan juga tubuh kita butuh recovery (pemulihan)," ujar Arief.

Untuk mengukur tingkat stres dari karyawan, dokter okupasi akan melakukan skrining sejauh mana stressor dapat memengaruhi produktivitas pegawai, tetapi untuk hasil skrining secara detail, akan dilakukan tata laksana atau konseling ke psikolog atau psikiater.

"Karena itu lebih ke arah pengobatan ya, kalau saya lebih ke arah preventif atau pencegahan," ujar dia.

Arief menyarankan agar dapat keluar dari stressor, salah satu mekanisme paling efektif, yakni mencari pengalihan sementara, tetapi ke arah yang positif. Namun, yang lebih utama, yakni menyelesaikan pemicu stressor.

Baca juga: Ketahui efek samping dari kafein hingga batas konsumsi per hari

Baca juga: Ini bahaya minum kopi berlebihan bagi kesehatan tubuh Anda!

"Mekanisme pertama, yang kita selesaikan tentu masalahnya. Kedua, kita cari pengalihan, misalnya kita sedang memegang gelas terus-terusan, lama-kelamaan ya 1 sampai 2 menit masih kuat ya, tetapi kalau sudah sampai seharian pasti pegal semua," ujarnya.

Mekanisme kedua, baru masuk lagi ke recovery atau healing. Kalau pengalihan, mesti dicari yang baik atau positif, jangan sampai merokok dan menggunakan obat-obatan atau aktivitas tertentu, sebaiknya meditasi atau olahraga, misalnya.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |