Rupiah diprediksi konsolidatif seiring perkembangan geopolitik Timteng

1 week ago 9
Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timteng yang masih memberikan sinyal beragam

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu, bergerak melemah 8 poin atau 0,04 persen menjadi Rp17.869 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.861 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memprediksi rupiah bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

“Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timteng yang masih memberikan sinyal beragam,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Mengutip Anadolu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan Iran dan Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan meskipun kedua pihak tetap bersikap keras atas kebuntuan panjang di Selat Hormuz.

Sumber Pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu bahwa Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi akan menyampaikan sejumlah usulan baru kepada para pemimpin Iran untuk mengatasi kebuntuan tersebut yang terus berdampak negatif terhadap ekonomi dan perdagangan global.

Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi melemah jadi Rp17.869 per dolar AS

Baca juga: Rupiah pada Selasa pagi melemah jadi Rp17.795 per dolar AS

“Laporan dari Pakistan mengindikasikan bahwa proses menuju kesepakatan damai kembali menunjukkan perkembangan positif, sementara Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum sejumlah persyaratan terpenuhi,” ungkap Lukman.

Di sisi lain, investor disebut cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS malam ini.

“Keduanya baik inflasi utama dan inti diperkirakan akan turun, inflasi YoY (year on year) diperkirakan turun dari 2,6 persen ke 2,5 persen, sedangkan inti YoY turun dari 3,5 persen ke 3,4 persen,” kata dia.

Melihat sentimen domestik, investor dinyatakan tengah mengantisipasi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Pengumuman MSCI tentunya masih tanda tanya, namun salah satunya adalah tidak akan ada saham baru yang dimasukkan,” ujarnya.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah menguat dipengaruhi IKK yang berada pada level optimistis

Baca juga: Rupiah menguat dipengaruhi IKK yang berada pada level optimistis

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |