Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa pagi, bergerak menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.861 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.868 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva memperkirakan rupiah bergerak cenderung bergerak fluktuatif di tengah dinamika global.
"Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan cenderung fluktuatif dengan kecenderungan bergerak dalam rentang terbatas sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari dinamika global," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Kendati rupiah dibuka menguat pada pagi ini, lanjutnya, penguatan ini masih bersifat terbatas dan lebih merefleksikan koreksi teknikal setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah mengalami pelemahan.
Secara umum, pergerakan rupiah masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang dipengaruhi oleh sentimen eksternal, yang cukup dominan.
Melihat dari sisi global, eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mendorong peningkatan risk aversion di pasar keuangan, sehingga pelaku pasar cenderung mencari aset safe haven seperti dolar AS dan emas.
Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang masih relatif ketat turut menopang penguatan dolar AS secara luas.
"Kombinasi faktor tersebut menjadi tekanan eksternal yang membatasi ruang penguatan rupiah, meskipun pada sesi pembukaan terlihat adanya technical rebound," ujar dia.
Meninjau dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia yang relatif terjaga, termasuk inflasi yang terkendali dan komitmen stabilisasi nilai tukar oleh Bank Indonesia, dinilai memberikan bantalan terhadap tekanan eksternal.
"Penguatan rupiah di tengah konflik Timur Tengah lebih disebabkan oleh faktor penyesuaian pasar (market adjustment) dan aksi ambil untung (profit taking) pada dolar AS setelah penguatan sebelumnya," ungkap Taufan.
Baca juga: Rupiah pada Selasa pagi menguat jadi Rp16.861 per dolar AS
Baca juga: Rupiah melemah seiring perang di Timteng berpotensi pukul ekonomi RI
Baca juga: Konflik Iran dengan AS-Israel, BI pastikan rupiah sesuai fundamental
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































