RS Atma Jaya buka klinik khusus untuk dukung ekosistem olahraga

3 hours ago 2
Klinik ini kami buka dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat umum dan atlet guna melayani setiap permasalahan kesehatan akibat olahraga...

Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit (RS) Atma Jaya membuka klinik olahraga (sport clinic) yang menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk masyarakat umum dan atlet, guna mendukung ekosistem olahraga di Indonesia.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RS Atma Jaya, Dr. dr. Rika Haryono, Sp.Ko, Subs.ALK (K), menjelaskan fasilitas kesehatan itu berinisiatif membuat klinik olahraga terkait pencegahan, diagnosis, penanganan, dan proses pemulihan (recovery) cedera.

"Klinik ini kami buka dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat umum dan atlet guna melayani setiap permasalahan kesehatan akibat olahraga, serta menjadi tempat untuk berkonsultasi terkait aktivitas fisik yang intens," kata dia dalam kegiatan Grand Opening Sport Clinic dengan tema Integrated Sports Medicine: From Injury To Recovery yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Dokter jelaskan kelompok yang perlu berhati-hati olahraga saat puasa

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini permintaan terkait penanganan cedera terus meningkat, khususnya di wilayah Jakarta Utara, sehingga klinik itu dibuat untuk mempermudah pasien.

Rika menyatakan, selain menyehatkan tubuh, olahraga juga bisa berpotensi menimbulkan cedera, sehingga penting untuk mengetahui tujuan dan cara yang benar dalam berolahraga agar terhindar dari cedera.

"Makanya kami hadir dengan pelayanan yang terintegrasi, mulai dari fasilitas alat yang lengkap, berbagai latar belakang dokter spesialis olahraga, dan program pemulihan cedera," ujar dia.

Dokter tersebut menambahkan, saat ini klinik tersebut telah diperkuat enam orang dokter berpengalaman, mulai dari dokter spesialis ortopedi hingga spesialis gizi.

Baca juga: RS Atma Jaya berupaya kembangkan penelitian guna jamu di rumah sakit

Jumlah dokter olahraga itu, kata dia, merupakan yang terbanyak dalam satu sport clinic yang ada di Indonesia.

Setiap pekan, tambah Rika, jumlah pasien terkait cedera olahraga tercatat lima sampai 10 orang yang berobat di klinik tersebut.

"Kami memang baru grand opening hari ini, tetapi operasional klinik sudah berjalan sejak pertengahan tahun 2025 dan jumlah pasiennya berimbang antara masyarakat umum dan atlet," ungkap dia.

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |