Beijing (ANTARA) - Dari penampilan koreografi yang apik dalam Gala Festival Musim Semi, hingga berlari dengan stabil dalam ajang maraton luar ruangan, robot humanoid China kini tidak lagi terbatas pada demonstrasi terkontrol, melainkan mulai beroperasi di lingkungan dunia nyata yang lebih menantang. Perkembangan ini menawarkan gambaran nyata tentang kemajuan teknologi sektor ini dan ujung tombak kebangkitan industri negara yang lebih luas.
Dalam ajang lomba lari setengah maraton Beijing E-Town 2026 yang berlangsung pada Minggu (19/4), sebuah robot humanoid bernama "Flash" dari Shenzhen Honor Smart Technology Development Co., Ltd., berhasil finis mengungguli semua pelari manusia dengan catatan waktu 50 menit 26 detik, dalam mode navigasi otonom, yang sekaligus mengalahkan rekor dunia 57 menit 20 detik yang dicetak oleh bintang maraton Uganda, Jacob Kiplimo, di Lisbon Half Marathon pada Maret tahun ini.
Hasil tersebut menunjukkan kontras yang mencolok dibandingkan perlombaan perdana setahun sebelumnya, ketika robot humanoid Tiangong Ultra menang dengan catatan waktu 2 jam 40 menit 42 detik. Dalam edisi tersebut, hanya enam dari 20 tim peserta yang berhasil menyelesaikan perlombaan.
Jika pada tahun lalu sebagian besar tim hanya menargetkan untuk menyelesaikan perlombaan tanpa terjatuh, para robot tahun ini umumnya dirancang dan disetel untuk mengejar kecepatan mendekati performa puncak manusia. Perkembangan ini menggarisbawahi betapa pesatnya peningkatan kinerja dan keandalan sektor robotika humanoid di China hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Menyelenggarakan lomba semacam ini mungkin tampak tidak memberikan dampak langsung pada awalnya. Namun pada intinya, acara ini menguji proposisi yang lebih luas, yakni bahwa dengan merancang skenario ekstrem yang tampaknya "nonutilitarian", terdapat potensi untuk memobilisasi modal, bakat, serta sumber daya teknik dalam skala besar untuk menyalurkan kapasitas industri ke teknologi-teknologi mutakhir.
"Robot humanoid belum benar-benar dikomersialkan, sehingga sulit bagi permintaan pasar untuk secara langsung menentukan persyaratan seperti sistem pendinginan sendi atau daya tahan, sebagaimana yang terjadi pada industri kendaraan listrik," kata Shao Yuanxin, pendiri sekaligus kepala operasional Robstride Dynamics, produsen sendi (joint) terintegrasi dalam negeri.
Dalam skenario olahraga ekstrem, para pengembang menggunakan ajang kompetisi untuk mendorong optimasi algoritma, dan validasi teknis yang dilakukan selama dan sesudah kompetisi akan semakin banyak digunakan dalam penerapan di dunia nyata. Hal ini membantu mempercepat transisi dari sistem eksperimental ke aplikasi praktis.
Pada saat yang sama, sebuah jalur industri sedang terbentuk di China dengan kecepatan yang semakin meningkat, mulai dari penelitian dan pengembangan teknologi hingga manufaktur skala besar, serta dari validasi laboratorium hingga penerapan di lingkungan dunia nyata.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah menekankan kemandirian teknologi dan perencanaan berwawasan ke depan untuk industri-industri baru (emerging industry), serta mengidentifikasi industri robotika sebagai garda terdepan untuk merebut keunggulan teknologi masa depan.
Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) China semakin menempatkan sektor ini dalam kerangka pengembangan industri strategis inti, sementara pemerintah daerah juga meningkatkan upaya tertarget untuk mempercepat transisi dari penelitian laboratorium ke aplikasi dunia nyata.
Perusahaan riset pasar International Data Corporation (International Data Corporation/IDC) memperkirakan pengiriman robot humanoid global akan melampaui 510.000 unit pada 2030, yang menyiratkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan hampir 95 persen.
Data resmi yang dirilis pada Selasa (21/4) menunjukkan pada kuartal pertama (Q1) 2026, adopsi teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) di China telah meningkat pesat di seluruh industri elektronik dan barang konsumsi, dengan produksi robot industri melonjak 33,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Li Yechuan, kepala insinyur di Biro Ekonomi dan Teknologi Informasi Kota Beijing, mengungkapkan kebijakan dukungan China kini tidak hanya mencakup pendanaan, talenta, dan perencanaan tata ruang, tetapi juga mencakup penciptaan lingkungan yang lebih kondusif bagi inovasi.
Kamp lari setengah maraton tahun ini juga menampilkan kehadiran peserta muda yang cukup banyak. Tim mahasiswa dari universitas-universitas terkemuka, termasuk Universitas Peking, Universitas Beihang, Universitas Fudan, Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, dan Universitas Teknologi Hebei, ikut serta dalam kompetisi tersebut.
Banyak perusahaan robotika bersedia meminjamkan robot humanoid mereka, beberapa di antaranya bernilai ratusan ribu yuan, kepada tim mahasiswa secara gratis, sebagai upaya untuk mendukung partisipasi yang lebih luas dari perusahaan rintisan dan kelompok universitas, serta untuk membina talenta robotika generasi berikutnya.
Di sela-sela ajang maraton tersebut, Zhao Mingguo, seorang peneliti di Departemen Otomasi Universitas Tsinghua, mengatakan kepada jaringan berita bisnis Yicai bahwa basis peserta kompetisi telah meluas melampaui perusahaan robotika tradisional hingga mencakup perusahaan dari industri otomotif dan ponsel pintar.
Para pemain besar ini, lanjutnya, membawa pengalaman manajemen dan kapasitas yang sistematis untuk investasi skala besar, yang menunjukkan betapa ekosistem industri yang lebih luas sedang berkembang ke arah yang lebih matang.
Dia menambahkan, hal ini juga menggarisbawahi laju iterasi yang cepat di sektor robotika China, yang menunjukkan bahwa begitu tujuan yang jelas ditetapkan, industri dalam negeri mampu memiliki kapasitas untuk mengeksekusi dan mewujudkannya dengan lebih cepat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































