Washington (ANTARA) - Kunjungan delegasi Amerika Serikat ke Pakistan telah ditunda hingga Washington menerima proposal dari pihak Iran, kata seorang pejabat Gedung Putih, Rabu.
"Mengingat unggahan Presiden Trump di TRUTH Social yang mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat sedang menunggu proposal terpadu dari Iran, kunjungan ke Pakistan tidak akan terjadi hari ini. Setiap pembaruan lebih lanjut tentang pertemuan tatap muka akan diumumkan oleh Gedung Putih," kata pejabat itu dalam sebuah pernyataan.
Pada Selasa (22/4), Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sambil melanjutkan blokade pelabuhan Iran.
"Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan militer kita untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu, dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau cara lain," tulis Trump di Truth Social.
Keputusan untuk memperpanjang gencatan senjata itu dibuat atas permintaan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, kata Trump.
Perpanjangan tersebut akan memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu," tambah presiden AS itu.
Pada Senin (20/4), Trump mengatakan delegasi AS diperkirakan akan tiba di Pakistan pada malam hari untuk melakukan pembicaraan dengan Iran.
Namun, The New York Times melaporkan pada Selasa (21/4) bahwa kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Islamabad ditunda karena Teheran belum mengonfirmasi keikutsertaannya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan Teheran belum membuat keputusan akhir tentang apakah akan berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Hoaks! Indonesia kirim kapal dan jet tempur untuk bantu Iran
Baca juga: Trump sebut gencatan senjata AS-Iran bantu isi ulang amunisi
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































