RI perkuat kemitraan strategis dengan negara-negara Afrika Sub-Sahara

5 hours ago 2
Di tengah ketidakpastian global, penguatan hubungan ekonomi dengan negara-negara Afrika merupakan langkah strategis untuk membangun ketahanan bersama

Jakarta (ANTARA) - Indonesia memperkuat kemitraan strategis dengan negara-negara di kawasan Afrika Sub-Sahara untuk memperluas peluang perdagangan dan investasi.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara Afrika Sub-Sahara sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasar dan penguatan ketahanan perdagangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Perkuatan tersebut ditegaskan dalam penyelenggaraan acara "Strategic Discussion on Trade Cooperation of Indonesia and Sub-Saharan Africa Countries" di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Wamendag Roro menyampaikan Afrika merupakan kawasan yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan dan menjadi mitra strategis Indonesia dalam memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi jangka panjang.

"Di tengah ketidakpastian global, penguatan hubungan ekonomi dengan negara-negara Afrika merupakan langkah strategis untuk membangun ketahanan bersama," ujarnya saat forum diskusi tersebut.

Menurut Roro Esti, Indonesia memandang Afrika bukan hanya sebagai pasar potensial, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang memiliki visi yang sama dalam mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Diskusi strategis tersebut dihadiri para duta besar dan perwakilan negara-negara Afrika Sub-Sahara, termasuk Ethiopia, Kenya, Mozambik, Afrika Selatan, Rwanda, Zimbabwe, Angola, Nigeria, Tanzania, dan Somalia.

Wamendag Roro menjelaskan bahwa kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan fondasi yang semakin kuat.

Pada 2025, total nilai perdagangan Indonesia secara global mencapai 524,8 miliar dolar AS atau meningkat 22,6 persen dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperluas kemitraan perdagangan dengan berbagai kawasan potensial, termasuk Afrika.

Sementara, saat ini, nilai perdagangan Indonesia dengan kawasan Afrika mencapai sekitar 18,5 miliar dolar AS atau setara 3,5 persen dari total perdagangan Indonesia.

Meski kontribusinya masih relatif kecil, potensi pengembangannya dinilai sangat besar seiring pertumbuhan ekonomi kawasan Afrika Sub-Sahara yang diproyeksikan berada pada kisaran 4-4,5 persen pada 2026.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan, kebutuhan pembangunan di berbagai negara Afrika pada sektor pangan, kesehatan, energi, dan infrastruktur membuka peluang yang luas bagi produk dan investasi Indonesia.

Berbagai produk unggulan Indonesia, seperti minyak sawit, produk kertas, makanan olahan, serta barang konsumsi lainnya, memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat kehadirannya di pasar Afrika.

Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Indonesia mengedepankan strategi yang berfokus pada tiga jalur utama.

Pertama, memperkuat keterlibatan dengan organisasi ekonomi regional di Afrika sebagai pintu masuk menuju pasar yang lebih luas.

Kedua, memperdalam kerja sama bilateral dengan negara-negara mitra prioritas.

Ketiga, memperluas jangkauan diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Afrika Timur, Afrika Barat, dan Afrika Selatan.

Selain itu, Indonesia juga menyambut positif implementasi kawasan perdagangan bebas Afrika atau AfCFTA yang diyakini akan mempercepat integrasi ekonomi regional dan menciptakan peluang baru bagi peningkatan perdagangan antarnegara berkembang.

Wakil Menteri Perdagangan menegaskan bahwa pendekatan Indonesia dalam memperkuat hubungan ekonomi dengan Afrika tidak hanya dilakukan melalui jalur pemerintah, tetapi juga didorong oleh kolaborasi erat dengan dunia usaha.

"Pemerintah akan terus membuka ruang dialog dan kerja sama antarpemerintah, menghubungkan komunitas bisnis kedua kawasan, serta mendorong terwujudnya kerja sama konkret yang menghasilkan investasi, kontrak dagang, dan kehadiran usaha Indonesia yang lebih kuat di pasar Afrika," jelasnya.

Indonesia juga terus mendorong penguatan kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation) sebagai instrumen untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah penyelenggaraan program South-South Triangular Cooperation on Trade and Investment Promotion for African Countries, yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan negara-negara Afrika untuk berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas, dan memperluas jejaring kerja sama ekonomi.

Melalui dialog strategis ini, Indonesia berharap dapat membangun kemitraan ekonomi yang semakin erat dengan negara-negara Afrika Sub-Sahara, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha nasional, serta menciptakan peluang pertumbuhan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua kawasan.

"Dengan semangat kolaborasi dan kemitraan yang setara, Indonesia optimistis hubungan perdagangan dan investasi dengan negara-negara Afrika akan terus berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan posisi Indonesia di pasar global," sebut Wamendag Roro.

Baca juga: Komisi VII DPR lepas ekspor produk makanan ke Pantai Gading Afrika

Baca juga: Indonesia bidik Sudan sebagai hub ekspor produk perikanan ke Afrika

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |