RI bagikan praktik libatkan masyarakat untuk aksi iklim di forum BRICS

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memaparkan praktik baik yang menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam berbagai aksi lingkungan dan iklim di forum BRCIS.

Menurut keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Ary Sudijanto sebagai ketua delegasi Indonesia di BRICS Senior Officers Meeting 2026 di New Delhi, India, pada Senin (17/8) menyoroti peran forum tersebut untuk mendukung transisi hijau yang inklusif dan berpihak kepada kesejahteraan negara berkembang.

"Bagi Indonesia, adaptasi berhasil ketika kebijakan yang kuat dan sains yang andal dipadukan dengan partisipasi aktif masyarakat lokal yang berada di garis depan dampak iklim," ujar Ary Sudijanto di hadapan para delegasi dalam pertemuan di New Delhi, India.

Baca juga: Indonesia dorong penguatan kerja sama BRICS dalam bidang kebudayaan

Melalui momentum forum BRICS itu, Indonesia membagikan rekam jejak praktik baik nasional yang menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan. Mulai dari Program Kampung Iklim (ProKlim) yang telah mencakup lebih dari 12.000 titik di Nusantara, efektivitas pengelolaan sampah kerakyatan melalui Bank Sampah dan Pelatihan Keterampilan Dasar Bisnis dan Pemberdayaan.

Selain itu, dibagikan juga pengalaman Indonesia menggunakan model terpadu penanganan kebakaran hutan di lahan gambut melalui sinergi teknologi SiPongi dan aksi masyarakat akar rumput lewat Masyarakat Peduli Api (MPA).

Ary menjelaskan seluruh pengalaman tersebut dihadirkan untuk memperkaya peta jalan kerja sama antarnegara berkembang.

Pertemuan tingkat pejabat senior itu menjadi bagian penting dalam rangkaian Environment Working Group (EWG) dan Contact Group on Climate Change and Sustainable Development(CGCCSD) BRICS.

Baca juga: BI tegaskan pentingnya kerja sama untuk ketahanan ekonomi di BRICS

Agenda krusial yang diusung termasuk pada finalisasi Joint Ministerial Statement beserta lampirannya, yang akan menjadi landasan komitmen bersama negara-negara anggota BRICS dalam memperkuat arsitektur lingkungan dan penanganan perubahan iklim dunia.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |