Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan operasi kemanusiaan berskala besar mencakup bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga penyediaan air bersih bagi warga yang membutuhkan guna membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan di Jakarta, Selasa, sejak awal terjadinya bencana, pihaknya telah menyalurkan berbagai bantuan berupa tenda darurat, makanan, serta layanan kesehatan. Saat ini, PMI mulai memfokuskan penanganan pada kebutuhan air bersih melalui tim Water, Sanitation and Hygiene (WASH).
“Sejak awal bantuan sudah kita jalankan ke daerah, baik berupa tenda-tenda, makanan, dan kesehatan. Sekarang kita memikirkan tim WASH untuk air dan perbaikan air,” ujar Jusuf Kalla.
Pihaknya juga akan memperkuat dukungan medis dengan mengirimkan tambahan obat-obatan serta tenaga kesehatan dari sejumlah daerah, seperti Jakarta, Solo, dan Surabaya.
“Tim kesehatan dari Jakarta, Solo, dan Surabaya akan menuju ke daerah tersebut. Sehingga operasi lengkap yang cukup besar akan dijalankan di NTT untuk menolong masyarakat yang terkena musibah,” katanya.
Baca juga: PMI kerahkan personel & tujuh ambulans bantu penanganan gempa di NTT
Menurut JK, operasi kemanusiaan PMI diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan, khususnya pada fase tanggap darurat. Setelah memasuki tahap rekonstruksi, PMI akan tetap memberikan dukungan sesuai kebutuhan, sementara proses pembangunan kembali menjadi tanggung jawab utama pemerintah.
“Operasi kita ada kira-kira dua sampai tiga bulan. PMI selalu beroperasi pada zaman darurat. Setelah rekonstruksi, biasanya pemerintah yang melakukan rekonstruksi, walaupun kita juga akan membantu proses yang dapat dilaksanakan,” jelasnya.
Terkait kendala di lapangan, JK menyebut tidak terdapat hambatan berarti. Namun, faktor jarak pengiriman bantuan dari sejumlah wilayah seperti Jakarta dan Surabaya menjadi tantangan tersendiri.
Selain mengirimkan bantuan dari pusat, PMI juga akan memperkuat distribusi logistik melalui wilayah terdekat seperti Maumere dan kota-kota lain di sekitar lokasi terdampak agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi lebih cepat.
Baca juga: PMI NTB salurkan 300 paket bantuan untuk korban gempa di NTT
PMI memastikan seluruh upaya kemanusiaan dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana dan memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa darurat.
Pihaknya juga telah melakukan respon cepat dengan melakukan pertolongan awal, pelayanan kesehatan dan pengungsian dengan menerjunkan 84 Personel, tujuh kendaraan operasional dan tujuh ambulans.
PMI juga telah mendirikan tenda darurat untuk mendukung pelayanan fasilitas kesehatan bagi warga yang terdampak gempa. Selain itu PMI juga telah mendistribusikan 25.000 liter air bersih, memberikan layanan psikososial kepada 147 orang serta mengirimkan logistik berupa 675 hygiene kit, 1075 selimut, 1000 lembar sarung, 825 matras, 710 terpal, 300 kelambu, 300 pasang sepatu boots, 220 baby kit, 200 kitchen kit, 120 rompi dan 50 tikar.
PMI Pusat juga telah memberikan dukungan dana awal operasional kepada PMI NTT sebesar Rp146.690.000.
Baca juga: Mendagri salurkan tali asih untuk korban meninggal akibat gempa NTT
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































