Tanah Datar,- (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meresmikan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Nagari (desa) Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar, pada Kamis.
Pemberian kunci huntara secara simbolis diberikan oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama perwakilan warga yang akan menempati huntara tersebut.
Sekretaris Utama BNPB Rustian di Tanah Datar, Kamis, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar dan seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan baik dalam pembangunan huntara sesuai dengan target yang ditetapkan.
"Atas kerja sama yang baik, paling lambat 15 Februari ini huntara ini selesai semuanya. Artinya bagi yang Muslim dapat menjalankan ibadah suci Ramadhan di huntara yang sudah disiapkan," ujar Rustian.
Baca juga: Tito Karnavian resmikan 1.300 huntara korban bencana di Sumatera
Adapun huntara yang sudah dibangun di Tanah Datar sebanyak 66 unit dan siap ditempati masyarakat.
Dari 66 unit huntara terdiri dari 15 unit di Nagari Sumpur (Kecamatan Batipuh Selatan) dan 23 unit di Nagari Bungo Tanjuang (Kecamatan Batipuh) yang dibangun oleh BNPB, serta 28 unit di Nagari Guguk Malalo (Kecamatan Batipuh Selatan) yang dibangun melalui dukungan Danantara.
Dia menyebut bagi masyarakat yang tidak mendapatkan huntara akan diberikan Dana Tunggu Hunian (DTH) Rp600 ribu/bulan untuk menyewa tempat tinggal. Uang tersebut dicairkan satu kali untuk tiga bulan.
"Selama tiga bulan itu kami akan terus memantau sampai mereka benar-benar mendapatkan rumah tempat tinggal," ujarnya.
Baca juga: Pemkab: 300 huntara selesai dibangun di Aceh Timur
Selain peresmian huntara, BNPB bersama lintas sektor terkait juga menyalurkan berbagai dukungan logistik dan kebutuhan dasar bagi penghuni huntara di nagari tersebut.
Bantuan tersebut meliputi paket sekolah, sembako, sandang, perlengkapan ibadah, perlengkapan mandi, kasur lipat, velbed, selimut, matras, kompor dan regulator. Lalu perlengkapan dapur dan kebersihan keluarga, galon air mineral, hygiene kit, kipas angin, serta dipan lengkap dengan kasur dan bantal.
Sementara salah seorang warga penerima manfaat, Reda Referli mengaku bersyukur dengan adanya hunian dan bantuan logistik dari pemerintah.
"Rumah saya hanyut dan saya sangat bersyukur bisa tinggal di sini. Saya berharap kedepannya segera dibangunkan hunian tetap, karena hunian ini kan diberikan cuma setahun saja," ujarnya.
Baca juga: PU target 1.200 huntara pascabencana Sumatera tuntas sebelum Ramadhan
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































