Rektor UKI dorong inovasi kurikulum dan kolaborasi periode 2026-2030

1 week ago 4

Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) mendorong semangat memperluas inovasi pendidikan, tata kelola, kolaborasi, serta daya saing lulusan di tingkat nasional dan global dalam memasuki babak baru kepemimpinan periode 2026-2030.

"Kita harus berani melakukan inovasi kurikulum dengan memperkuat pembelajaran digital dan hybrid, membuka kolaborasi lintas disiplin, memperluas kerja sama nasional dan internasional, serta memperkuat hubungan dengan pemerintah, dunia usaha, gereja, dan masyarakat," kata Rektor UKI Angel Damayanti dalam pelantikan dan serah terima jabatan kepala lembaga, pimpinan fakultas, serta pimpinan program pascasarjana UKI periode 2026-2030 di Jakarta, Jumat.

Dia menyebutkan visi UKI EMAS mencakup Empowerment (pemberdayaan), Meaningfulness (kebermaknaan), Agility (kelincahan), dan Sustainability (keberlanjutan).

"Universitas yang kuat dibangun oleh manusia yang diberdayakan. Kepemimpinan di UKI harus mampu memberikan ruang bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika untuk berkembang dan memberikan kontribusi terbaik," ujar Angel.

Dia juga menekankan pentingnya jejaring kerja sama nasional dan internasional, serta dukungan alumni dalam memperkuat daya saing lulusan UKI di tingkat global.

"Keberadaan mitra kerja sama UKI dari dalam dan luar negeri, juga dukungan dari alumni, memperkuat lulusan UKI berdaya saing global," ucap Angel.

Dia pun menginginkan agar lulusan UKI menjadi cerdas, terampil, menghadirkan kebajikan, dan berdampak luas.

"Akademisi menghasilkan penelitian yang menghasilkan solusi dan pengabdian yang menjadi wujud nyata panggilan iman untuk melayani sesama," tutur Angel.

Baca juga: UKI gelar konferensi internasional bahas pentingnya kepulauan

Selain itu, kata dia, UKI harus menjadi universitas yang tangkas (agile university), yaitu universitas yang mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data, namun tetap berlandaskan nilai.

Lebih lanjut, dia mengatakan UKI tengah membangun untuk generasi yang akan datang, di tengah kompetisi pendidikan yang tinggi saat ini.

"UKI bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi perguruan tinggi Kristen yang memiliki sejarah, nilai, dan panggilan untuk menghadirkan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pelayanan bagi kemanusiaan," ungkap Angel.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan UKI David Maruhum Lumban Tobing berharap kepemimpinan baru tersebut dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antarunit kerja dalam mewujudkan UKI EMAS serta menghadirkan pendidikan tinggi yang semakin relevan, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.

"Hari ini, kita semua satu frekuensi dengan semangat melayani agar visi UKI EMAS dapat tercapai. UKI EMAS bukan hanya tentang universitas yang semakin unggul, tetapi tentang universitas yang semakin berdampak bagi gereja, bangsa, negara, dan kemanusiaan," pungkas David.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Rektor dan Wakil Rektor UKI periode 2022-2026, Ketua dan Sekretaris Senat Universitas, para guru besar, pimpinan universitas, fakultas, lembaga, dan unit kerja, Rektor UKI Paulus beserta jajaran, Ketua IKA UKI, serta perwakilan tenaga kependidikan dan mahasiswa UKI.

Pelantikan itu menjadi momentum estafet kepemimpinan sekaligus penguatan tata kelola UKI periode 2026-2030.

Baca juga: Akademisi nilai pariwisata bahari tingkatkan kesejahteraan masyarakat

Baca juga: UKI sebut kolaborasi sektor kesehatan kunci pertumbuhan ekonomi

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |