Redmi Note 17 muncul di GSMA IMEI, jadwal rilis mungkin lebih cepat

4 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Redmi Note 17 muncul di basis data GSMA IMEI yang mengonfirmasi bahwa pengembangan seri ponsel Note Series generasi berikutnya sedang berjalan dan kemungkinan peluncurannya akan lebih cepat dari biasanya.

Dilansir dari Gizmochina pada Kamis (21/5) waktu setempat, entri GSMA mengungkap tiga varian Redmi Note 17 dengan kode model 26012RN62L, 26012RN62Y, dan 26012RN62A. Registrasi ini menandakan ponsel disiapkan untuk pasar global dan Amerika Latin.

Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda versi khusus untuk wilayah China maupun India, padahal keduanya merupakan pasar utama lini Redmi Note.

Biasanya, seri Redmi Note diperkenalkan pada akhir tahun, tetapi basis data GSMA IMEI mengindikasikan bahwa seri Redmi Note 17 bisa meluncur lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.

Baca juga: Bocoran Redmi K100 Pro ungkap kapasitas baterai besar 9.000mAh

Beredar pula rumor bahwa Xiaomi selaku induk merek Redmi sedang mengubah strategi penamaan produknya di berbagai lini perangkat.

Dilaporkan bahwa perusahaan ingin menyelaraskan penomoran di seluruh keluarga ponsel pintarnya, yang kemungkinan menjadi alasan penggunaan nama Redmi Note 17 alih-alih “Note 16”.

Saat ini detail spesifikasi ponsel tersebut masih terbatas. Namun, model standar Redmi Note 17 diperkirakan akan menjadi varian paling terjangkau dan kemungkinan lebih difokuskan sebagai perangkat 4G dibanding ponsel 5G kelas atas.

Sebelumnya, bocoran terkait Redmi Note 17 Pro Max menyebut perangkat tersebut dapat hadir dengan layar besar 7 inci, baterai jumbo mendekati 10.000mAh, dukungan pengisian cepat hingga 100W, serta kamera utama 200MP pada varian tertentu.

Baca juga: Redmi K100 dikabarkan akan debut pada September 2026

Baca juga: Redmi Watch 6 debut global, dijanjikan miliki ketahanan baterai 24 hari

Baca juga: Redmi dilaporkan uji tiga ponsel pintar dengan baterai 10.000 mAh

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |