Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari memaparkan bahwa karya foto pewarta ANTARA Muhammad Adimaja berjudul "Ursyalim" menghadirkan esensi kebudayaan serta sistem sosial masyarakat yang menjadi fondasi kerukunan lintas agama di Palestina.
Penjelasan tersebut mengemuka saat pembukaan pameran fotografi bertajuk "Ursyalim" karya pewarta foto ANTARA Muhammad Adimaja di ANTARA Heritage Center, kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat malam.
"Di Palestina, kami hidup bersama seperti satu keluarga besar, sama halnya seperti kehidupan masyarakat di Indonesia," kata Abdalfatah A.K. Alsattari saat menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris.
Abdalfatah Alsattari menjelaskan bahwa kebudayaan damai (culture of peace) telah tertanam kuat dalam institusi keluarga dan sistem pemerintahan di Palestina.
Dia mencontohkan struktur birokrasi kementerian yang menjunjung tinggi toleransi tanpa memandang latar belakang keyakinan individu.
Baca juga: ANTARA angkat narasi keberagaman lewat karya foto bertajuk Ursyalim
Saat bertugas sebagai diplomat di Ghana, wakil duta besar yang mendampingi Abdalfatah merupakan seorang pemeluk agama Kristen.
Selain itu, Menteri Urusan Luar Negeri Palestina yang aktif menjabat saat ini juga merupakan seorang perempuan yang beragama Kristen.
Menurut diplomat tersebut, kerukunan lintas agama bisa tercipta di Palestina karena masyarakat memahami pentingnya menghormati keberadaan situs suci keagamaan secara bersama-sama.
Umat Islam memahami kedudukan Masjid Al-Aqsa, sementara umat Kristiani menjaga eksistensi Gereja Kelahiran (Nativity Church) yang berada di Kota Bethlehem.
Bagian lain dari buku foto tersebut juga menampilkan situs Tembok Ratapan yang menjadi pusat ritual bagi para penganut Yahudi yang masih terjaga dengan baik.
Abdalfatah berharap nilai-nilai penghormatan itu terus diwariskan oleh orang tua kepada anak-anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang menghargai keberagaman.
Dengan hadirnya pameran dan peluncuran buku foto jurnalistik yang menangkap keberagaman di Ursyalim atau Yerusalem ini, harapan itu kian mengemuka karena masyarakat Indonesia bisa melihat langsung realitas kerukunan beragama di Kota Suci Palestina.
Baca juga: MUI apresiasi pembebasan WNI dalam misi GSF yang ditahan Israel
Kolaborasi seni dan jurnalistik ini menyajikan gambaran konkret mengenai kerukunan lintas agama besar dunia di tengah ruang sosial warga Palestina.
Melalui media foto, publik diharapkan dapat menularkan pentingnya menjaga warisan sejarah dan mendukung perdamaian abadi di kawasan tersebut.
Buku foto "Ursyalim" sendiri merangkum sekitar 100 karya fotografi pilihan hasil liputan langsung Muhammad Adimaja pada Februari 2026.
Pengunjung dapat membeli buku karya pewarta ANTARA tersebut melalui pemindaian kode batang (barcode) Dompet Dhuafa yang tersedia di lokasi pameran.
Masyarakat dapat menyaksikan pameran foto-foto tersebut secara langsung tanpa dipungut biaya di ANTARA Heritage Center.
Pihak penyelenggara membuka ruang pameran bagi publik mulai 22 Mei hingga 29 Mei 2026.
Tak hanya pameran dan peluncuran buku, Adimaja juga akan menggelar diskusi tentang karya-karyanya di "Ursyalim" dalam acara Diskusi Taman Langit di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta pada Jumat (29/5) pukul 19.00 WIB.
Baca juga: IPE 2025 berlanjut di AHC, pamerkan karya maestro Indonesia
Baca juga: ANTARA Heritage Center diharapkan jadi ikon wisata Jakarta
Baca juga: Cucu Berretty kagumi perawatan cagar budaya ANTARA Heritage Center
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































