Ratusan WNI salat Idul Fitri di KBRI Beijing

6 hours ago 4

Beijing (ANTARA) - Sekitar 400 orang warga negara Indonesia (WNI) dari Beijing dan sekitarnya melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing pada Sabtu.

Salat Id dipimpin oleh imam Faruq Bil Adly, mahasiswa S1 Central University of Finance and Economics, saat kondisi cuaca terang dengan suhu sekitar 4 derajat Celcius. Salat dimulai pukul 09.10 waktu setempat.

Sebelum salat Id dimulai, takbir dan tahmid dilantunkan secara hikmat oleh Taqiudin Saleh, mahasiswa S3 di China Agricultural University, sejak pukul 08.30 waktu setempat.

Dalam khotbah salat Idul Fitri yang disampaikan, khatib Dienny Redha Rahman, mahasiswa S3 jurusan Environmental Science and Engineering di Beijing University of Chemical Technology, menekankan bahwa bersilaturahmi dilakukan bukan hanya dengan saudara kandung dan saudara sedarah, tetapi juga dengan dengan saudara satu iman, satu bangsa, dan sesama manusia.

Baca juga: Prabowo bagikan sembako usai salat Id bersama penyintas bencana Aceh

"Barang siapa ingin diperpanjang rezekinya, baiknya melakukan silaturahmi yang bukan hanya dengan saudara kandung tetapi juga persaudaraan sesama muslim atau ukhuwah islamiyah, persaudaraan sesama bangsa atau ukhuwah wathaniyah, dan persaudaraan sesama umat manusia atau ukhuwah basyariyah," kata Dienny.

Bila hal tersebut diterapkan, Dienny mengatakan maka pada umumnya negara dan bangsa akan menjadi aman, damai, dan lebih baik.

"Mari gunakan momen Idul Fitri untuk memupuk tali persaudaraan agar tercipta kerukunan dengan sesama, sekaligus menjadi momen untuk melepas kebencian, aura-ura negatif, ego hingga kemaraan dengan memberikan maaf kepada sesama dan memperkuat persaudaraan," tambah Dienny.

Suasana salat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman KBRI di Beijing, China, pada Sabtu (21/03/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Selepas salat, Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah secara langsung didampingi dengan istrinya, Wiwik Oratmangun.

"Bulan Ramadhan juga mengajarkan kepedulian sosial dan semangat saling berbagi. KBRI Beijing mengkoordinatori pemberian zakat dan sedekah bagi saudara kita di Aceh dan daerah-daerah lain yang sedang tertimpa berbagai bencana alam di Indonesia," kata Dubes Djauhari.

Meskipun tinggal jauh dari Indonesia, lanjutnya, WNI di Beijing dan sekitarnya tidak bisa menutup mata terhadap berbagai bencana alam yang terjadi di Tanah Air; sehingga harus tetap mendukung seraya berdoa agar para korban bencana dapat bangkit kembali.

Baca juga: Presiden Prabowo tiba di Aceh untuk salat Id bersama penyintas bencana

"Idul Fitri menjadi momentum kembali ke fitrah dengan memperkuat komitmen sebagai insan yang lebih baik sekaligus berkontribusi positif. Meminjam kalimat populer, 'kita mulai dari nol' tapi dengan pace yang lebih cepat ke depan; sehingga dapat mendukung peran penting diaspora sebagai representasi Indonesia di dunia," tambah Dubes Djauhari.

Para WNI kemudian bersalaman dengan Dubes Djauhari, Wiwik Oratmangun, Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing Parulian Silalahi, serta para staf di KBRI Beijing bersalaman dengan para WNI di halaman KBRI.

Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun bersalaman dengan warga negara Indonesia (WNI) setelah salat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman KBRI di Beijing, China, pada Sabtu (21/03/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Setelahnya, Dubes Djauhari akan melakukan gelar griya (open house) dengan menyediakan hidangan khas Idul Fitri dengan berbagai masakan Nusantara, antara lain lontong sayur, opor ayam, rendang, dan sambal goreng hati.

Menurut panitia, selama bulan Ramadhan, terkumpul zakat fitrah sebesar Rp5,1 juta untuk korban bencana. Jumlah tersebut masih akan bertambah karena sepanjang salat Id, panitia juga mengedarkan QR code kepada jemaah yang mengikuti salat di KBRI.

Selain salat Id berjamaah, KBRI Beijing bekerja sama dengan kantor perwakilan Bank Indonesia di Beijing, Lintas Komunitas Muslim Indonesia-Tiongkok (LKMIT), Majelis Taklim At-Taqwa, Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) dan PCI Muhammadiyah telah melakukan sejumlah kegiatan sepanjang bulan Ramadan.

Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah setiap hari, hingga pesantren Ramadhan dengan kegiatan antara lain monitoring Mutaba'ah Yaumiyah, kajian bersama, kelas bahasa mandarin, maupun kajian daring.

Baca juga: Presiden Prabowo bersalaman dengan warga usai salat Id di Aceh Tamiang

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |