Ahli bagikan kiat meminimalisasi paparan mikroplastik rumah tangga

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Mikroplastik menjadi salah satu ancaman yang diam-diam masuk ke dalam tubuh.

Diwartakan Hindustan Times, Sabtu waktu setempat, keberadaan mikroplastik sempat diketahui terdeteksi dalam ASI dan jaringan janin hingga muncul dalam sel kanker.

Ahli gastroenterologi dan pembuat konten kesehatan yang berbasis di Florida, dr. Joseph Salhab mengatakan bahwa partikel-partikel mikroplastik bahkan telah ditemukan di sel-sel kanker, bahkan usus besar ditemukan memiliki kadar mikroplastik yang lebih tinggi di dalamnya dibandingkan dengan jaringan di sekitarnya.

Baca juga: Jumlah mikroplastik naik tiga kali lipat di jalur air Sydney

Ia pun memperingatkan agar tidak menggunakan wadah penyimpanan makanan berbahan plastik, karena dapat meningkatkan paparan mikroplastik, terutama jika digunakan untuk menyimpan atau memanaskan kembali makanan panas.

"Singkirkan wadah penyimpanan makanan plastik. Simpan makanan dalam wadah kaca, silikon, atau baja tahan karat sebagai gantinya, dan hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik," katanya.

Termasuk mengurangi penggunaan peralatan dapur berbahan plastik seperti talenan, plastik pembungkus makanan, dan peralatan makan yang sudah usang.

Baca juga: Tim riset UB ingatkan pemerintah tingkatkan mitigasi mikroplastik

Serta merekomendasikan untuk beralih ke air keran yang telah disaring, jika perlu, ia menyarankan untuk merebus air terlebih dahulu dan kemudian menyimpannya dalam wadah kaca atau baja tahan karat untuk meminimalkan paparan mikroplastik.

Kemudian menyiapkan makanan sendiri juga meminimalisasi ketergantungan makanan kemasan.

Baca juga: IPB: Mikroplastik masuk ke ibu hamil lewat tiga jalur

Lebih lanjut, alat pembersih udara HEPA dan penyedot debu juga menurutnya efektif menjebak partikel halus dan meminimalkan penumpukan debu rumah tangga di dalam ruangan.

Salhab juga menyoroti bahwa beberapa kantong teh mungkin mengandung lapisan plastik, yang dapat melepaskan mikroplastik saat terkena air panas, dan merekomendasikan untuk beralih ke teh daun lepas (teh tubruk) dan menyeduhnya dengan penyaring teh dari baja tahan karat, atau memilih opsi bebas plastik seperti kantong teh katun.

Baca juga: Peneliti ungkap bahaya mikroplastik sampah pakaian yang cemari sungai

Baca juga: Anggota DPR minta pemerintah edukasi publik soal paparan mikroplastik

Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |