Kabupaten Bogor (ANTARA) - Asisten pelatih Rajawali Medan, Yosua, mengakui timnya tampil buruk dalam bertahan saat kalah dari Bogor Hornbills pada laga lanjutan IBL di GOR Tangkas, Kabupaten Bogor, Sabtu.
Yosua mengatakan pertandingan sudah berjalan sulit bagi timnya sejak kuarter pertama ketika Bogor Hornbills mencetak delapan tembakan tiga angka.
“Itu membuat kami sedikit kesulitan mengantisipasi permainan mereka,” kata Yosua dalam jumpa pers usai pertandingan pada Sabtu malam.
Menurut dia, banyaknya tembakan tiga angka yang berhasil dicetak Bogor Hornbills tidak terlepas dari lemahnya pertahanan Rajawali, baik dalam menjaga pemain lawan secara langsung maupun rotasi pertahanan.
Ia menilai pertahanan timnya tidak berjalan dengan baik sehingga memberikan ruang bagi Bogor untuk menggerakkan bola dengan efektif.
“Kesalahannya ada pada kami. On-ball defense kami tidak bagus dan rotasi defense kami tidak bagus, sehingga mereka bisa melakukan ball movement dengan baik,” ujarnya.
Baca juga: Caesar tak sangka Bogor Hornbills menang besar saat jamu Rajawali
Pemain Rajawali David Ebenezer Frans menyebutkan timnya terpengaruh besar oleh kebobolan total 18 tembakan tiga angka sepanjang pertandingan.
“Bahkan satu pertandingan ini mereka membuat 18 three point. Itu hampir setengah dari poin yang mereka buat,” kata David.
Ia mengakui para pemain tidak menjalankan rencana permainan yang telah disusun oleh tim pelatih dengan baik, terutama dalam aspek pertahanan.
Ini kekalahan kedua secara beruntun Rajawali dengan selisih poin cukup besar setelah takluk 60-91 kepada Pelita Jaya Jakarta.
Yosua berharap dua hasil buruk itu menjadi pelajaran untuk memperbaiki performa, khususnya dalam pertahanan, pada pertandingan berikutnya.
Rajawali Medan menduduki posisi kelima klasemen IBL dengan 19 poin dari 14 pertandingan.
Baca juga: Bogor Hornbills hancurkan Rajawali Medan 104-71
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































