Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) DKI Jakarta menyalurkan beasiswa pendidikan sarjana kepada 250 mahasiswa serta santunan kepada anak yatim, dhuafa, dan penyandang disabilitas dalam program Ramadhan Peduli 2026.
Ketua Panitia Ramadhan Peduli 2026 Zen Abdul Rahim mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Persis dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Melalui program ini kami ingin memastikan bahwa kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan. Ramadhan juga menjadi momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama,” ujar Zen dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: Kemenko PMK ajak Persis tangani masalah kebangsaan dan keumatan
Ia mengatakan program Ramadhan Peduli merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh PW Persis DKI Jakarta bersama LAZ PERSIS sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris PW Persis DKI Jakarta Wahyudin menegaskan kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari peran organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.
“Persis Jakarta memiliki komitmen untuk terus berkontribusi dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial. Dukungan terhadap pendidikan menjadi salah satu fokus penting karena pendidikan adalah jalan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” katanya.
Baca juga: PP Persis tetapkan 10 rekomendasi hasil Muskernas IV di Yogyakarta
Ketua LAZ Persis DKI Jakarta Asep Djuanda Sunarya mengatakan penguatan program pendidikan melalui beasiswa serta bantuan sosial bagi kelompok rentan merupakan bagian dari misi LAZ Persis dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk kemaslahatan umat.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































