Pupuk Kujang gandeng PLN EPI dan perusahaan China demi industri hijau

2 hours ago 3
Kerja sama tripartit ini juga bagian untuk memelopori pengembangan hidrogen hijau (green hydrogen).

Karawang (ANTARA) - PT Pupuk Kujang menggandeng PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) dan perusahaan teknologi energi asal Tiongkok untuk mendukung transisi energi dan keberlanjutan menuju industri hijau.

"Kerja sama tripartit ini juga bagian untuk memelopori pengembangan hidrogen hijau (green hydrogen)," kata Project Manager Proyek Replacement Kujang 1A & Net Zero Emission Pupuk Kujang Yoyon Daryono, dalam keterangannya di Karawang, Jawa Barat, Kamis.

Perusahaan teknologi energi asal Tiongkok yang terlibat dalam kerja sama ini ialah China Iron & Steel Research Institute Group (CISRI).

Ia menyampaikan, kerja sama tripartit ini diproyeksikan menjadi fondasi penting bagi Pupuk Kujang untuk memproduksi amonia hijau (green ammonia) secara berkelanjutan di masa depan.

Sebagai produsen amonia dengan rekam jejak lebih dari 50 tahun, operasional Pupuk Kujang selama ini sangat bergantung pada penggunaan gas alam sebagai sumber hidrogen.

Melalui kemitraan strategis ini, perusahaan berproses secara bertahap dengan mengalihkan penggunaan sumber energi fosil menuju energi terbarukan, salah satunya memanfaatkan energi berbasis biomassa.

"Jadi langkah ini merupakan bagian dari transformasi jangka panjang Pupuk Kujang untuk menekan emisi karbon, sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku industri pupuk dan kimia nasional," katanya.

Sesuai dengan keterangan dari berbagai sumber, potensi biomassa di Indonesia ini melimpah, mencapai 83,4 juta ton per tahun. Namun dari jumlah tersebut, pemanfaatannya saat ini baru berkisar 22 juta ton per tahun.

Melimpahnya limbah pertanian yang belum terolah ini memiliki nilai strategis untuk diolah menjadi green hydrogen, yang selanjutnya berfungsi sebagai bahan baku utama pembuatan green ammonia.

Dalam rencana pengembangannya, Pupuk Kujang akan memanfaatkan fasilitas Pabrik 1B untuk memproduksi green ammonia.

"Proses transisi ini akan dilakukan secara berjenjang," katanya pula.

Pada tahap awal, skema yang diterapkan adalah hybrid ammonia, yaitu memproduksi amonia dari kombinasi grey hydrogen dan green hydrogen, sebelum nantinya berkembang penuh menjadi green ammonia.

Green ammonia dipandang sebagai komoditas ramah energi masa depan dengan spektrum pemanfaatan yang luas. Selain sebagai bahan baku pupuk tanpa emisi, zat ini juga bisa difungsikan menjadi bahan bakar pembangkit listrik, bahan bakar armada maritim, serta bahan baku penting bagi sektor manufaktur dan industri kimia.

Yoyon berharap kolaborasi antara Pupuk Kujang, PLN EPI, dan CISRI dapat mempercepat terciptanya ekosistem energi bersih di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing industri pupuk dan kimia nasional di tingkat global.

Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Rusia dinilai buka pasar ekspor industri hijau RI

Baca juga: OJK catat pembiayaan sektor hijau capai Rp93,70 triliun pada Juli 2026

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |