Bank Jago pastikan RBB 2026 tidak ada rencana merger dengan BFIN

1 hour ago 3
Saat ini kami belum memiliki rencana untuk melakukan pertumbuhan anorganik tersebut, karena kami juga belum masukkan di dalam RBB Tahun 2026 maupun revisi RBB Tahun 2026 yang telah kami lakukan

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Jago Tbk (ARTO) memastikan bahwa dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2026 tidak ada rencana pertumbuhan secara anorganik, termasuk kemungkinan penggabungan usaha (merger) dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).

“Saat ini kami belum memiliki rencana untuk melakukan pertumbuhan anorganik tersebut, karena kami juga belum masukkan di dalam RBB Tahun 2026 maupun revisi RBB Tahun 2026 yang telah kami lakukan, ini juga belum ada rencana tersebut,” ungkap Direktur Bank Jago, Supranoto Prajogo dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis.

Namun demikian, Supranoto mengatakan bahwa perseroan selalu terbuka terhadap peluang pertumbuhan secara organik maupun anorganik untuk saat ini maupun ke depannya.

Ia mengungkapkan perseroan telah melakukan pertumbuhan organik pada tahun ini, diantaranya melalui pengembangan berbagai fitur serta peningkatan layanan yang diberikan secara langsung kepada nasabah.

“Organik tentunya dengan membuat berbagai macam fitur, pertumbuhan-pertumbuhan secara langsung yang kami berikan layanannya itu kepada nasabah-nasabah,” ujar Supranoto.

Baca juga: Bank Jago alokasikan Rp5 miliar untuk AI demi efisiensi operasional

Baca juga: Bank Jago ungkap 3,6 juta penggunanya terhubung ke Bibit dan Stockbit

Sementara untuk pertumbuhan anorganik, Ia mengatakan apabila terdapat kesempatan yang baik di masa mendatang maka tentunya perseroan akan mempertimbangkannya.

“Pertumbuhan anorganik tentunya juga, bila ada kesempatan yang sangat baik akan kami pertimbangkan,” ujar Supranoto.

Sebelumnya, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) juga telah menanggapi beredarnya kabar merger tersebut, yang mana perseroan tidak dapat memberikan tanggapan atas aktivitas maupun keputusan para pemegang saham terkait isu tersebut.

"BFI Finance belum memiliki informasi terkait isu penggabungan usaha sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan tersebut dan tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas atau keputusan para pemegang saham," ujar Direktur Keuangan BFI Finance, Sudjono.

Sudjono memastikan BFI Finance senantiasa mematuhi ketentuan pasar modal dan akan menyampaikan setiap informasi atau fakta material kepada publik sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca juga: Bank Jago kantongi laba Rp189 miliar per Juni 2026, tumbuh 49 persen

Baca juga: Bank Jago rilis "Rapor Kredit", permudah nasabah pantau riwayat kredit

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |