Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembukaan akses menuju Sumatera Utara (Sumut), untuk memastikan distribusi logistik bagi warga terdampak banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar).
“Energi peringatan Hari Bakti PU kami alihkan untuk percepatan penanganan bencana di Sumatera,” kata Menteri PU Dody Hanggodo pada acara Hari Bakti ke-80 PU dan Pelepasan Bantuan PU Peduli, di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan sejumlah ruas jalan di pesisir barat Sumatera masih tertutup longsor, sehingga akses darat terbatas, dan pergerakan logistik sementara akan juga diarahkan lewat koridor dari wilayah utara.
“Kalau dari sisi Sumut, Tarutung-Sibolga, kondisi masih berat, terdapat banyak titik longsor menghambat. Sehingga kemungkinan bisa memakan waktu lama untuk membuka akses. Jadi kami upayakan juga untuk masuk dari arah Barus-Aceh (Koridor Utara),” ujarnya pula.
Dia menekankan percepatan pembukaan akses penting untuk mencegah keterlambatan logistik yang dapat menimbulkan dampak sosial tambahan bagi masyarakat terisolasi.
PU mengerahkan alat berat tambahan untuk menembus lokasi terdampak, dibantu TNI, Polri, Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pertamina, serta pemerintah daerah guna memastikan dukungan operasional terpenuhi.
“Harapan kami cuaca membaik agar akses mobil besar itu bisa tembus Senin (1/12) sore, sehingga bantuan pangan, sandang, hingga air bersih lebih cepat tiba nanti,” ujar dia.
Dua truk pertama yang mengangkut bantuan logistik PU Peduli diberangkatkan menuju wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh, di Jakarta, Minggu (30/11/2025). ANTARA/Aria AnandaPada kesempatan itu, PU mulai menyalurkan donasi sekitar Rp1 miliar untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.
PU menyatakan bantuan logistik akan terus menyesuaikan perkembangan kondisi lapangan, termasuk setelah akses darat terbuka bertahap.
Pemulihan akses jalan menjadi langkah awal pemulihan rantai pasok barang esensial dan percepatan bangkitnya ekonomi warga terdampak bencana.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumut dilakukan selama 24 jam untuk mempercepat penanganan korban.
Di Sibolga, tiga orang masih dalam pencarian, sementara di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan sejumlah warga dilaporkan belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian meski akses menuju beberapa titik masih terhambat longsor dan putusnya jaringan komunikasi.
Baca juga: Pertagas salurkan bantuan dan jaga pasokan energi di Aceh-Sumatera
Baca juga: Menteri LH terjunkan tim kaji bencana banjir bandang di Sumatera
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































